20 Tahun Merana Layaknya ‘Kali Asat’, Jalan Pakisaji Akhirnya Masuk Draf Anggaran Perubahan 2026

by -12 Views
20 Tahun Merana Layaknya 'Kali Asat', Jalan Pakisaji Akhirnya Masuk Draf Anggaran Perubahan 2026.(foto/doc)

JONGJAVA.CO BANJARNEGARA — Setelah hampir dua  dekade atau 20 tahun lamanya tak tersentuh perbaikan infrastruktur yang memadai, penantian panjang warga Dusun Pakisaji, Desa Karangsari, KecamatanBanjarnegara, kini mulai menemukan titik terang.

Jalan lingkungan sepanjang 750 meter yang kondisinya amat memprihatinkan sering diibaratkan warga bagai ‘kali asat’ (sungai kering yang berbatu dan bergelombang) resmi diupayakan masuk dalam skala prioritas Perubahan APBD Kabupaten Banjarnegara Tahun Anggaran 2026.

Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Banjarnegara, Agus Junaedi, saat ditemui awak media pada Selasa (4/8/2026).

Ia menegaskan bahwa penanganan ruas jalan di Dusun Pakisaji menjadi salah satu prioritas utama yang diperjuangkannya melalui jalur aspirasi dewan pada pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Perubahan APBD 2026.

“Kondisi jalan di Dusun Pakisaji memang sangat memprihatinkan. Saat saya menggelar reses di rumah ketua RT setempat beberapa waktu lalu, aspirasi utama yang muncul dan paling mendesak dari warga adalah penanganan pengaspalan jalan. Oleh karena itu, dalam laporan reses kami merekomendasikan alokasi Bantuan Keuangan Pedesaan (Bankeu Des) untuk pengaspalan jalan lingkungan tersebut,” ujar Agus Junaedi.

Akses Vital Ekonomi hingga Kesehatan

Agus menjelaskan, dorongan untuk memprioritaskan jalan Pakisaji bukan tanpa alasan. Ruas jalan sepanjang 750 meter tersebut merupakan urat nadi perekonomian warga, jalur pendidikan anak-anak sekolah, hingga akses utama warga menuju fasilitas kesehatan dan Pasar Manis Unggulan. Jika terus dibiarkan tanpa penanganan, mobilitas masyarakat dipastikan kian terhambat.

Apalagi, menurut Agus, pada tahun anggaran 2026 ini terjadi pemangkasan Alokasi Dana Desa (ADD) yang cukup signifikan dari pemerintah pusat. Dampaknya, alokasi anggaran belanja desa untuk pembangunan fisik infrastruktur jalan menjadi sangat minim.

Salah satu bagian jalan di wilayah Pakis Aji yang belum tergarap(foto/doc)

“Melihat keterbatasan dana desa tersebut, kami selaku wakil rakyat di DPRD mengambil langkah konkret untuk merespon kondisi darurat ini. Saat ini pembahasan KUA-PPAS Perubahan APBD 2026 masih berjalan sangat dinamis. Kami terus mengupayakan ruang celah fiskal agar anggaran pengaspalan jalan Pakisaji bisa digedok di akhir tahun ini,” tegas politisi yang dikenal aktif mengawal aspirasi warga tersebut.

Terkait dengan kebutuhan infrastruktur pendukung seperti saluran drainase, Agus menyampaikan bahwa skala prioritas utama saat ini difokuskan pada pengaspalan jalan terlebih dahulu.

Sedangkan untuk drainase, pihak DPRD mendorong penanganan secara gotong royong dan non-permanen oleh warga setempat sebelum nantinya dianggarkan pembuatannya secara permanen.

Secercah Harapan Warga Karangsari

Kabar masuknya perbaikan jalan Pakisaji dalam draf Perubahan APBD 2026 disambut sukacita oleh warga setempat. Pasalnya, antusiasme masyarakat untuk memiliki jalan yang layak dan mulus telah terpendam selama puluhan tahun.

Edi (52), salah seorang warga Desa Karangsari, mengaku lega dan bersyukur mendengar komitmen nyata dari pihak DPRD Banjarnegara. Ia menaruh harapan besar agar pembahasan anggaran berjalan lancar tanpa hambatan sehingga pengerjaan fisik dapat segera direalisasikan di akhir tahun 2026.

“Kami warga Karangsari, khususnya Dusun Pakisaji, sangat senang mendengar kabar bahwa jalan ini mulai diperjuangkan. Jalan ini sudah sekitar 20 tahun tidak pernah tersentuh pengaspalan. Kami sangat berharap jalan ini bisa segera dibangun demi kelancaran pengangkutan hasil ekonomi, anak-anak berangkat sekolah, dan berbagai kepentingan mobilitas warga,” tutur Edi penuh harapan.

Menanggapi harapan besar masyarakat, Agus Junaedi memohon doa restu dari seluruh warga Pakisaji dan Desa Karangsari agar proses pengawalan anggaran di DPRD berjalan dengan lancar.

“Kami memohon doa dari seluruh masyarakat. Mudah-mudahan perjuangan ini diberi kelancaran sehingga infrastruktur di Dusun Pakisaji dapat segera diperbaiki, dan kenyamanan kegiatan masyarakat sehari-hari bisa terwujud,” pungkasnya. (ma01)

Facebook Comments Box