Brebes, Poskota.online – Manajemen PT Warna Lestari Makmur (WLM) membantah dengan keras apabila proyek pengurukan lahan untuk proyek pembangunan pabrik pewarna kain di Desa Bangsri, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah menjadi penyebab terjadinya gangguan kesehatan dan gangguan lingkungan bagi warga sekitar serta pengguna jalan akibat aktivitas proyek tersebut..
“Salah besar apabila dampak pengurukan lahan proyek pembangunan pabrik pewarna kain PT WLM menjadi penyebab gangguan kesehatan berupa banyaknya debu yang beterbangan dan gangguan lingkungan bagi warga sekitar lokasi. Apalagi sampai detik ini, kami belum pernah menerima keluhan dari warga tentang persoalan gangguan kesehatan dan gangguan lingkungan. ,” tandas Manejemen Kontraktor (Mankon) PT WLM, Fairul Maulana Istanto saat dihubungi awak media, Senin (9/10/2023).
Pria yang akrab disapa Irul ini menuturkan, pihaknya bahkan sudah bersinergi dengan pihak Kepala Desa dan Karang Taruna serta Warga Desa Bangsri.
“Awal yang dilakukan oleh pelaksana proyek yakni pemberdayaan warga.di mana, hampir 90 persen warga di Bangsri di pekerjakan dalam proyek pengurukan ini. Untuk desa, kami juga sudah berkontribusi dalam rangka peningkatan pembangunan untuk desa ini. Yang harus diketahui semua pihak, pengurukan lahan ini sudah sesuai dengan prosedur dan standar yang sudah ditetapkan,” terang Irul.
Lebih jauh Irul perwakilan dari PT WLM mengemukakan dasar dari nama munculnya pemberitaan di sejumlah media termasuk di jongjava.co, Sabtu (7/10/2023), terkait adanya surat DPMPTSP Provinsi Jateng No. 337.01/1166 tanggal 3 september 2023 dan surat Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jateng No. 660.1/1130, pihak PT WLM belum menerima.
“Pelaksanaan pengurukan proyek PT WLM sudah sesuai dengan standar dan prosedur. Jadi statement berkaitan dengan dua surat dimaksud tidaklah mendasar dan tidak benar. Kalaupun dari owner sudah menerima surat tersebut sudah pasti akan menyampaikan kepada kami,” terang Irul.
Irul menambahkan, tudingan dalam pemberitaan yang dialamatkan ke pihaknya sudah diinformasikan ke Karang Taruna dan warga Desa Bangsri, justru mereka bingung. Pasalnya, mereka tidak pernah merasa dirugikan dan tidak pernah mempermasalahkan atau komplain dengan adanya proyek pengurukan tersebut.
“Adanya pemberitaan yang tidak valid atau tidak benar di sejumlah media online yang dialamatkan kepada kami, jelas sangat meresahkan. Karena warga dan pekerja yang bertanya apa benar pekerjaan pengurukan harus dihentikan dan mereka bilang terus gimana kerjanya nanti. Itu yang disampaikan oleh warga Bangsri sendiri kepada kami. Yang jelas, kalau surat itu belum kami terima, kami tetap lanjutkan pekerjaan,” ucap Irul.
Hal senada juga disampaikan oleh warga Dukuh Banjarmelati, Desa Bangsri, Damus Prayitno (38) yang dengan tegas menyatakan proyek pengurukan untuk pembangunan pabrik pewarna kain oleh PT WLM tidak mengganggu kesehatan dan mengganggu lingkungan warga sekitar pekerjaan proyek. Bahkan pengguna jalan pun tidak merasa tergqnggu
“Justru keberadaan proyek tersebut banyak membantu warga Desa Bangsri. Sudah banyak dukungan pihak pelaksana proyek berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan proyek yang saat ini dalam tahap pengurukan lahan,” pungkas Damus.***





