Pemalang – jongjava.co (2/9/2025) Pemerintah Kabupaten Pemalang bersama jajaran Forkopimda menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penguatan Strategi Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Pendopo Kabupaten Pemalang, Selasa (2/9/2025) pukul 08.00 WIB.
Kegiatan ini merupakan langkah nyata Pemkab Pemalang untuk meningkatkan capaian IPM yang diharapkan mampu memberikan daya ungkit besar bagi kesejahteraan masyarakat.
Peserta dan Narasumber
Rakor dihadiri oleh:
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro
-
Wakil Bupati Nurkholes
-
Sekda H. Heriyanto
-
Ketua TP PKK dr. Noor Faizah Mainofie
-
14 Camat se-Kabupaten Pemalang
-
Para Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD, serta Kepala Desa dan Lurah se-Kabupaten Pemalang
-
Elemen masyarakat, akademisi, pegiat ekonomi, sosial, serta organisasi pekerja
Sementara itu, narasumber yang memberikan materi antara lain:
-
Bappeda Provinsi Jawa Tengah
-
Teguh Iman Santoso, Kepala BPS Pemalang
-
Bonnix Hadi Maulana, Dosen Universitas Muhammadiyah Kudus
Prosesi Acara
Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, doa pembuka, serta sambutan dari Kepala Bappeda Pemalang Moh. Sidik yang sekaligus bertindak sebagai moderator. Selanjutnya, dilanjutkan sambutan dan penyampaian materi oleh Bupati Pemalang, Kepala Bappeda Provinsi Jawa Tengah, Kepala BPS Pemalang, serta akademisi dari Universitas Muhammadiyah Kudus.
Landasan Penyelenggaraan
Dalam sambutannya, Kepala Bappeda Pemalang menyampaikan dasar hukum pelaksanaan rakor, antara lain:
-
UU Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional
-
Perpres Nomor 111 Tahun 2022 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
-
Perda Provinsi Jawa Tengah Nomor 6 Tahun 2024 tentang RPJPD 2025–2045
-
Perda Kabupaten Pemalang Nomor 2 Tahun 2025 tentang RPJMD 2025–2029
-
Perda Kabupaten Pemalang Nomor 7 Tahun 2024 tentang RPJMD 2025–2029
Capaian dan Tantangan IPM
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro menegaskan pentingnya sinergitas lintas sektor dalam meningkatkan IPM.
“Rakor ini bertujuan menganalisis situasi, menyamakan persepsi, serta membangun komitmen publik agar peningkatan IPM dapat dilakukan secara terintegrasi,” tegasnya.
Ia memaparkan sejumlah tantangan yang masih dihadapi Pemalang, antara lain:
-
Angka kemiskinan masih tinggi di 14,29%
-
Pengangguran terbuka mencapai 6,63%
-
IPM Pemalang tahun 2024 berada di angka 68,65%, naik 0,57% dibanding tahun sebelumnya (kategori sedang)
-
Umur Harapan Hidup (UHH): 74,23%
-
Rata-rata Lama Sekolah (RLS): 12,02%
-
Standar Hidup Layak (SHL) pengeluaran per kapita: Rp 10.017.000
Program Prioritas
Bupati Anom juga memaparkan rumusan program strategis untuk lima tahun ke depan dalam rangka mewujudkan visi Pemalang BERCAHAYA (Bersih, Cakap, Handal, Mulya) dengan misi RHAPSODI (Resik, Hijau, Apik, Peduli, Silaturahmi, Organisatoris, Digitalisasi, Ikhlas).
Beberapa di antaranya:
-
Kesehatan: Universal Health Coverage (UHC), penguatan Integrasi Layanan Primer (ILP).
-
Pendidikan: Program Anak Tidak Sekolah (ATS) dengan target satu guru mengentaskan satu anak, program Njuh Sekolah Maning, seragam dan LKS gratis.
-
Ekonomi: Pemberdayaan UMKM, bantuan modal usaha, serta penciptaan lapangan kerja berbasis padat karya.
-
Infrastruktur & Layanan Publik: Perbaikan jalan rusak, revitalisasi air bersih, WiFi gratis per desa, satu ambulans tiap desa, penyediaan bibit unggul dan pupuk murah, serta pembukaan pintu tol di Desa Sewaka.
Selain itu, Pemkab juga menyiapkan insentif guru pengganti, TPQ, Madrasah Diniyah, bantuan operasional pondok pesantren, serta santunan kematian Rp 3 juta bagi keluarga yang ditinggalkan.
Penutup
“Semua program ini merupakan komitmen kami bersama Forkopimda Pemalang sekaligus menjadi pekerjaan rumah yang harus direalisasikan demi meningkatkan IPM dan kesejahteraan masyarakat Pemalang,” pungkas Bupati Anom.
Penulis: Susmono (Ramsus)





