PONTIANAK Poskota Online–Gas LPG 3 kg (kilogram) mendadak menjadi barang sangat langka. Keberadaan gas subsidi itu hilang di pasaran terutama di warung kelontong.
Pemerintah membuat peraturan baru 1 Februari 2025 penjualan LPG 3 kg melalui pengecer tidak diperbolehkan. Sebagai gantinya para pengecer harus beralih menjadi pangkalan untuk tetap bisa mendapatkan stok gas subsidi.
Nur Hasinah warga , Kelurahan Banjar Serasan Pontianak timur, menilai peraturan tersebut justru membuat kamek rakyat kecil makin susah. “Bukannya bikin mudah, malah bikin susah Pak ….,” . Rabu (10/9/2025).
Bu Nur mengaku mau memasak saja dibuat kelimpungan mencari persediaan LPG 3 kg. Sebab, stok gas 3 kg kosong di tiap warung kelontong yang sudah didatangi kami sudah dua hari kelileng hingga ke Siantan juga kosong.
“Sekarang gas LPG 3 kg jadi kaya barang gaib. Dicarinya susah. Padahal kita mau membeli bukan meminta,” ucapnya.
Senada disampaikan warga Kelurahan Tanjung Hulu, Siti Aminah. Ibu rumah tangga ini mengaku kesulitan membeli LPG 3 kg.
“Sudah muter-muter ke SPBU, warung, tetapi gas LPG 3 kg kosong,” katanya.
Aminah tidak setuju warung pengecer dilarang menjual gas LPG 3 kg apabila tidak beralih menjadi pangkalan.
“Terus kalau tengah malam lagi memasak tiba-tiba gasnya habis, harus ke pangkalan? Makin buat susah lagi Pertamina,” ungkap Aminah.





