Purbalingga – Jawa Tengah, 19 Oktober 2025
Kabupaten Purbalingga kembali mendapat kehormatan besar di tingkat Provinsi Jawa Tengah. Dikenal sebagai “Kota Knalpot”, daerah ini dipercaya menjadi tuan rumah Lomba MAPSI (Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami) SD tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2025.
Ajang bergengsi ini digelar selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu, tanggal 17–19 Oktober 2025, dengan pusat kegiatan di Kampus UIN Saizu Purwokerto Purbalingga, serta beberapa venue lainnya seperti SMA Negeri 1 Purbalingga dan SMP Negeri 3 Purbalingga.
Mengusung tema “Bersinergi Meraih Prestasi Menuju Indonesia Emas 2045”, lomba ini menghadirkan 1.190 peserta dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Mereka adalah para juara pertama tingkat kabupaten/kota yang akan bertanding di 13 cabang lomba, mulai dari Tilawah, Hifzil Qur’an, Wudu dan Salat, Kaligrafi, Cerita Islami, Macapat Islami, Rebana, hingga Keterampilan Komputer Islami.
Kepala Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Zahid Khasani, mengungkapkan bahwa penyelenggaraan MAPSI tahun ini merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi Purbalingga.
“Ini kegiatan yang digelar bergilir oleh KKG PAI Provinsi Jawa Tengah. Tahun ini giliran kami, dan alhamdulillah, semua persiapan sudah matang,” ujar Zahid, Rabu (15/10/2025).
Zahid juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Purbalingga yang telah memberikan dukungan penuh, termasuk dalam hal pembiayaan melalui APBD.
“Biaya penyelenggaraan sebagian ditopang APBD Kabupaten. Terima kasih atas dukungan Pemda Purbalingga,” lanjutnya.
Lebih dari sekadar ajang kompetisi, MAPSI SD 2025 juga membawa dampak positif bagi perekonomian lokal. Kehadiran ribuan peserta, pendamping, dan official memicu peningkatan hunian penginapan, konsumsi kuliner, serta menggairahkan sektor UMKM dan pariwisata daerah.
“Selama tiga hari pelaksanaan, perputaran ekonomi meningkat. Hotel penuh, pedagang terserap, ini jadi keberkahan bagi masyarakat,” tambah Zahid.
Kemenag Purbalingga berharap MAPSI 2025 bukan hanya meninggalkan kesan baik secara teknis, tetapi juga menjadi momentum penguatan pembinaan Pendidikan Agama Islam di seluruh wilayah Jawa Tengah, menuju generasi emas Indonesia 2045.
Penulis: Ramsus





