Sungguh Miris Jalan Beton Rp 1.5 Miliar Baru Selesai Dikerjakan Sudah Retak – retak

by

Pantura Indramayu, jongjava.co – Proyek rehabilitasi jalan desa Margamulya Kecamatan Bongas Kabupaten Indranayu, Jawa Barat,
Jalan cor beton senilai Rp 1.537.670.000 , anggaran APBD Kabupaten Indramayu , tahun 2025, dikerjakan oleh CV. Sedulur Abadi, menjadi sorotan publik.

Jalan beton yang baru selesai dikerjakan menunjukan retakan di sejumlah titik, memicu dugaan adanya pengurangan spesifikasi teknis dan indikasi mark-up anggaran. Kualitas buruk ini tidak hanya mengecewakan warga, tetapi juga menimbulkan pertanyaan serius tentang pengelolaan dana publik dan dampak jangka panjang bagi masyarakat.

Pantauan di lokasi pada Senin (20/10/2025) mengungkap kondisi jalan yang memprihatinkan. Retakan terlihat jelas di permukaan beton yang baru dicor beberapa minggu lalu. dengan beberapa titik

Menurut para ahli infrastruktur, kerusakan dini ini, dapat disebabkan oleh beberapa faktor teknis, Dugaan Korupsi Spek Kwalitas Cor.

Ada perbuatan memperkaya diri yang merugikan keuangan negara.
Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2000 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, yang mengatur sanksi administratif bagi kontraktor yang melanggar spesifikasi teknis.
Sanksi kontraktual, seperti denda, pemutusan kontrak, hingga blacklist bagi kontraktor dan konsultan pengawas yang lalai.

Hingga berita ini diterbitkan, baik CV. Sedulur Abadi, masi belum memberikan pernyataan resmi terkait permasalahan ini.

Sementara Dinas PUPR Kabupaten Indramayu, melalui Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan ( PPTK ) Suherman juga belum mengeluarkan keterangan terkait langkah yang akan diambil untuk menangani keluhan warga.

Warga Desa Margamulya Mj.
berharap pemerintah daerah dan aparat penegak hukum segera menelusuri dugaan pelanggaran teknis dan indikasi korupsi dalam proyek ini. Mereka mendesak dilakukannya investigasi menyeluruh untuk memastikan dana publik digunakan secara bertanggung jawab. Jelas Mj.

Proyek jalan ini seharusnya menjadi tulang punggung aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat setempat. Namun, dengan kondisi saat ini, harapan akan infrastruktur berkualitas masih jauh dari kenyataan. Tanpa tindakan tegas, kalau tetap di biarkan akan berisiko terulang, meninggalkan masyarakat dengan jalan rusak dan anggaran yang sia-sia. Imbuhnya Mj. (Xtoy)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *