Brebes, Poskota.online – Kekecewaan terhadap hasil Konferensi Cabang (Konfercab) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Brebes tidak hanya datang dari kader partai.
Sejumlah simpatisan PDIP di Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, turut menyatakan sikap serupa.
Kekecewaan itu disampaikan dalam pernyataan terbuka di Desa Pebatan, Kecamatan Wanasari, Selasa, (13/1/ 2026).
Suroso, 72 tahun, yang mewakili para simpatisan, menilai hasil Konfercab yang digelar di Hotel Patra Semarang pada 27 Desember 2025 tidak mencerminkan aspirasi arus bawah.
Menurut Suroso, penetapan Ketua DPC PDIP Brebes tidak mengacu pada usulan mayoritas pengurus anak cabang (PAC), kader, dan simpatisan. “Kami kecewa karena suara di bawah tidak didengar,” kata Suroso.
Meski demikian, ia menegaskan tidak menolak kepengurusan baru di bawah Ketua DPC PDIP Brebes, Cahrudin. Ia hanya menyesalkan proses Konfercab yang dinilai tidak partisipatif.
Suroso merupakan mantan Ketua PAC PDIP Kecamatan Wanasari periode 1998–2003 dan mantan anggota DPRD Kabupaten Brebes periode 1999–2004.
Ia menyebut kekecewaan sejumlah simpatisan muncul di di kecamatan Wanasari dan sejalan dengan sikap beberapa kader yang memilih telah mengundurkan diri dari partai.
Konfercab PDIP Brebes menetapkan Cahrudin sebagai Ketua DPC PDIP Brebes periode 2025–2030.
Sebelumnya, kader potensial PDIP Brebes, Asrofi, menyatakan mundur dari keanggotaan sebagai bentuk kekecewaan atas hasil Konfercab.
Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari pengurus DPC PDIP Brebes terkait kekecewaan simpatisan dan pengunduran diri sejumlah kader tersebut.






