Tangerang, Jongjava.co- Suasana di Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) pada 24–26 Februari 2026 terasa berbeda. Di Auditorium Lantai 19 yang menjulang, gairah intelektual memuncak saat Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah menggelar Pengkajian Ramadan 1447H.
Tema yang diangkat bukan sekadar basa-basi teologis: “Akidah Islam Berkemajuan: Memperluas Paham Tauhid Murni Tinjauan Ideologis, Filosofis, dan Praksis.” Bagi kami, ini adalah bagaikan bahan bakar ideologis. Kita tidak hanya diajak membicarakan tauhid sebagai konsep ketuhanan, tetapi bagaimana tauhid murni itu membumi dan menjadi solusi atas problematika kemanusiaan modern.
Ikhtiar Penguatan Tauhid di Ruang Akademik
Pengkajian ini menjadi bagian dari ikhtiar penguatan nilai-nilai tauhid dan refleksi pemikiran keislaman. Di ruang akademik inilah, gagasan Islam Berkemajuan diuji dan dikembangkan. Kehadiran para tokoh Pengurus Pusat di kampus UMT memberikan sinyal kuat bahwa gerakan intelektual mahasiswa harus selaras dengan kebijakan organisasi yang visioner.
Rektor UMT, Dr. H. Desri Arwen, M.Pd., dalam sambutannya memberikan dukungan penuh yang membuat kami, para aktivis kampus, merasa memiliki ruang aman untuk bereksplorasi. Beliau berharap acara ini menjadi kontribusi positif bagi peran Muhammadiyah di masyarakat.
Dukungan serupa datang dari Kepala BPH UMT masa bakti 2022-2026, H.M. Naisan, S.H., M.Hum., yang menegaskan bahwa menjadi tuan rumah agenda ini adalah sebuah kehormatan bagi civitas akademika UMT.
Dokumentasi Sebagai Warisan Intelektual
Satu poin menarik yang menggugah nalar pergerakan kami datang dari Sekretaris PP Muhammadiyah, Izzul Muslimin. Di tengah kesibukan teknis yang berdekatan dengan awal Ramadan, ia mengingatkan bahwa pemikiran besar jangan sampai menguap begitu saja. Publikasi dan dokumentasi adalah kunci.
“Kegiatan ini harus terdokumentasi dengan baik melalui rekaman maupun catatan tertulis sehingga kajian dapat diwariskan dan dibaca oleh generasi berikutnya,” tegas Izzul Muslimin.
Ucapan dari beliau adalah mandat dan titipan. Intelektualisme tanpa dokumentasi adalah kesia-siaan. Sehingga kita sadar bahwa narasi Islam Berkemajuan yang akan dibahas adalah warisan untuk masa depan pergerakan keislaman.
Struktur Kepanitiaan Yang Sistematis
Mengelola acara berskala nasional tentu bukan perkara mudah. Kepala Kantor Muhammadiyah Jakarta, Hefinal, mengingatkan bahwa struktur kepanitiaan harus benar-benar solid. Hal ini menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya manajemen organisasi yang profesional dalam mengawal agenda ideologis yang besar.
Melalui forum ini, bahwa Akidah Islam Berkemajuan bukan hanya soal menjaga kemurnian ibadah, tetapi juga keberanian filosofis untuk menjawab tantangan zaman. Di menara UMT ini, kami menjemput Ramadan dengan akal sehat dan tauhid yang membebaskan.





