Aroma laut bercampur dengan kesibukan awak kapal terasa di atas KM Ciremai menjelang musim mudik Lebaran 2026. Di tengah aktivitas para kru yang menyiapkan kapal untuk perjalanan panjang, sosok Sutiyadi tampak sibuk memeriksa daftar kebutuhan logistik kapal satu per satu.
Sebagai Jenang 1, Sutiyadi memikul tanggung jawab memastikan dapur kapal dan seluruh perbekalan tersedia dengan cukup sebelum kapal berlayar. Baginya, musim mudik bukan hanya tentang perjalanan laut, tetapi juga tentang ribuan cerita orang yang ingin pulang ke kampung halaman.
“Kalau mudik itu berbeda rasanya. Penumpang membawa harapan untuk bertemu keluarga. Jadi kami juga harus memastikan semuanya siap,” ujarnya sambil mengawasi proses pengepakan bahan makanan di dapur kapal.
Kapal milik PT Pelayaran Nasional Indonesia ini setiap tahun menjadi salah satu transportasi laut yang membawa ribuan pemudik melintasi lautan menuju berbagai daerah di Indonesia. Di balik perjalanan tersebut, ada kerja keras para awak kapal yang jarang terlihat oleh penumpang.
Sutiyadi sudah bertahun-tahun bekerja di kapal. Pengalaman panjang itu membuatnya paham betul bahwa keberhasilan pelayaran bukan hanya soal mesin kapal atau navigasi, tetapi juga tentang kesiapan logistik dan kebersamaan kru di atas kapal.
Sejak pagi hingga malam, ia memastikan semua kebutuhan dapur tersedia: beras, sayuran, hingga bahan makanan lain untuk para awak kapal selama perjalanan mudik berlangsung. Baginya, menjaga kru tetap kuat dan sehat selama pelayaran juga bagian dari tanggung jawabnya.
Di tengah kesibukan mempersiapkan mudik Lebaran 2026, Sutiyadi tetap menjalankan tugasnya dengan tenang. Ia tahu, ketika kapal nanti berlayar membawa para pemudik, ada ribuan harapan yang ikut berangkat menuju kampung halaman.
Dan di balik perjalanan itu, ada tangan-tangan seperti Sutiyadi yang bekerja dalam diam, memastikan semuanya berjalan dengan baik.





