JAKARTA UTARA, Poskota Online – Perkumpulan Sopir Trailer Tanjung Priok (PSTTP) meminta pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan segera membentuk satgas pengawas untuk menangani berbagai persoalan di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
PSTTP menilai masalah pungutan liar, kriminalitas jalanan, kemacetan, hingga kesejahteraan sopir trailer masih menjadi persoalan serius yang membutuhkan penanganan bersama.
Ketua PSTTP, Agung, mengatakan persoalan tersebut terus berulang sejak organisasi sopir trailer itu berdiri pada 2018.
“Masalah ini sering muncul kembali. Ketika ramai dibahas, kondisi mereda sementara. Namun beberapa waktu kemudian muncul lagi,” ujar Agung saat ditemui di Sekretariat PSTTP, Kamis (14/5/2026).
PSTTP Minta Satgas Pengawas Tanjung Priok
PSTTP meminta pemerintah melibatkan Pelindo, Otoritas Pelabuhan, kepolisian, pengelola terminal, dan komunitas sopir dalam pembentukan satgas pengawas.
Menurut Agung, keberadaan satgas tidak hanya fokus pada penindakan saat kejadian, tetapi juga melakukan pencegahan di lapangan.
Selain itu, PSTTP berharap pengawasan berjalan objektif dengan melibatkan unsur komunitas pengemudi sebagai pihak independen.
PSTTP juga menyoroti aksi kriminalitas seperti bajing loncat yang masih mengancam keselamatan sopir trailer saat melintas di jalur distribusi logistik menuju pelabuhan.
Soroti Kesejahteraan Sopir Trailer
Selain masalah keamanan, PSTTP turut menyoroti jam kerja sopir trailer yang dinilai terlalu panjang.
Agung mengatakan sebagian sopir bekerja hingga 24 jam tanpa jaminan ketenagakerjaan yang memadai.
Kondisi tersebut dinilai meningkatkan risiko kelelahan dan kecelakaan di jalan raya.
“Teman-teman sopir membutuhkan tempat istirahat yang layak, fasilitas ibadah, dan kantin yang memadai di kawasan terminal,” kata Agung.
Sementara itu, Gito selaku perwakilan sopir trailer berharap pemerintah mengatur jam kerja sopir seperti pekerja di sektor lainnya.
Ia juga meminta pemerintah memperhatikan kesejahteraan keluarga sopir trailer yang selama ini bergantung pada pekerjaan di sektor logistik.
PSTTP berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk meningkatkan keamanan, keselamatan, dan kesejahteraan sopir trailer di Indonesia. (Bangkit)





