Brebes, Poskota.online – Ratusan buruh dari berbagai serikat di Kabupaten Brebes menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Brebes pada Jumat, 1 November 2024, menuntut upah layak dan kesetaraan peluang pekerjaan.
Mereka menutup jalur Pantura wilayah perkotaan Brebes dan menyampaikan lima tuntutan, termasuk lowongan pekerjaan untuk laki-laki.
Ketua Sebumi Brebes, Bambang Suhendi, mengungkapkan keprihatinan atas upah buruh di Brebes yang jauh lebih rendah dibandingkan daerah lain.
“UMK Brebes saat ini hanya Rp 2.103.100, sementara di daerah lain sudah ada yang mencapai Rp 5 juta. Upah layak merupakan hak buruh untuk meningkatkan taraf hidup dan melepaskan masyarakat Brebes dari kemiskinan,” tegasnya.
Bambang juga menyoroti dominasi perempuan dalam tenaga kerja pabrik di Brebes, sementara banyak laki-laki menganggur. “Banyaknya pabrik di Brebes merekrut perempuan, padahal banyak laki-laki yang terampil dan berpendidikan. Ini berpotensi meningkatkan angka perceraian,” tambahnya.
Para buruh mendesak pemerintah daerah untuk mendorong kenaikan upah signifikan di tahun 2025 dan memaksimalkan peluang kerja bagi laki-laki di pabrik-pabrik Brebes.
Mereka juga menuntut transportasi yang layak dan nyaman untuk buruh, serta transportasi gratis yang aman dan nyaman untuk anak sekolah.
Menanggapi tuntutan tersebut, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Warsito Eko Putro mengakui bahwa pabrik di Brebes lebih banyak merekrut karyawan perempuan karena dominasi sektor industri garmen dan sepatu.
Namun, ia menegaskan bahwa ada beberapa perusahaan yang menerima pekerja laki-laki dan pihaknya sedang berupaya memfasilitasi penempatan kerja melalui aplikasi Siap Kerja dari Kementerian Tenaga Kerja.
“Kami berkoordinasi dengan HRD perusahaan agar mereka bisa menampung pekerja laki-laki, namun perusahaan memiliki kriteria masing-masing,” jelasnya.





