Brebes, jongjava.co – Program pembinaan melalui bimbingan, penyuluhan dan kajian agama Islam yang dilakukan para penyuluh agama Islam kantor kemenag Kabupaten Brebes kepada para warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan kelas IIB Brebes, Selasa (15/08).
Penyuluh Ustad Asep Awaludin, salah satu penyuluh Agama Islam yang aktif dalam kegiatan pembinaan mental di lapas tersebut memberikan arahan kepada para napi bahwa, “Ciri orang yang memiliki rasa takwa.
Pertama, orang yang bertakwa adalah orang yang percaya kepada hal-hal yang gaib. Sebagaimana diketahui, Allah menciptakan dan menjelaskannya dalam Al-Qur’an bahwa ada makhluk lain yang diciptakan oleh Allah SWT namun tidak kasat mata dan oleh sebab itu manusia tidak bisa melihatnya.
Kedua orang yang bertakwa adalah mereka yang mendirikan shalat. Ketiga orang bertakwa adalah mereka yang menginfakkan sebagian rejekinya kepada jalan Allah SWT dan untuk membantu sesama. Keempat, ciri orang yang bertakwa adalah mereka yang beriman kepada Kitab yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW yaitu Al-Qur’an dan kitab-kitab sebelumnya yang diwahyukan kepada Nabi-Nabi sebelum Rasulullah SAW. Ciri yang terakhir atau yang kelima dari orang yang bertakwa adalah yakin dengan sepenuh hati akan adanya negeri akhirat.” jelas Ustad Asep.
Kepala Lapas Brebes Isnawan melalui Kasi Binadik dan Giatja, Oky Trisna Hananto, dalam kesempatan lain menjelaskan bahwa kegiatan yang sudah menjadi kesepakatan bersama adalah kegiatan keagamaan, diantaranya setiap hari senin sampai dengan kamis di sampaikan materi qiro’atul qur’an, murottal, hafalan surat pendek, Nadhom asmaul husna, doa harian, praktek wudhu dan sholat dan ceramah keagamaan.
Juga kegiatan kegiatan keagamaan lainnya seperti lomba adzan dan tartil lil quran setiap menjelang ramadan, khataman qur’an dan pengajian akbar yg di ikuti seluruh warga binaan.
“Pembinaan keagamaan mampu membentuk mental positif bagi narapidana, yang bertujuan meningkatkan kesadaran melaksanakan ajaran-ajaran agama, dan meningkatkan pengetahuan agama mereka. Ada enam pilar karakter yang dapat dibentuk melalui pembinaan keagamaan bagi setiap narapidana, yakni kejujuran, rasa percaya diri, rasa hormat, rasa tanggungjawab, rasa kepedulian dan toleransi,” ungkap Oky.
Dengan adanya bimbingan dan penanaman nilai-nilai positif agama Islam secara intensif, maka diharapkan para warga binaan dapat mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan mereka sehari-hari, sehingga mereka tidak lagi mengulangi kesalahan yang sama di masa-masa yang akan datang.***





