DPC Ikadin Banjarnegara Kecam Penembakan Advokat Kepolisian Harus Usut

by

Banjarnegara, jongjava.co – Kejadian penembakan yang menimpa Rudi Gany, seorang pengacara di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, menimbulkan keprihatinan mendalam dari berbagai kalangan, termasuk Hapy Kurniawan, SH, l Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin) Banjarnegara sebagai bentuk solidaritas sesama profesi.

Happy menegaskan bahwa insiden ini tidak hanya menghancurkan kehidupan korban, tetapi juga mengancam keselamatan profesi advokat yang seharusnya mendapatkan perlindungan hukum.

“Sebagai sesama advokat, kami sangat terkejut dan prihatin atas peristiea ibi. Tindakan kekerasan semacam ini tidak bisa dibenarkan, dan kami mengutuk keras segala bentuk serangan terhadap profesi kami,” ujar Happy.

Menegaskan bahwa keselamatan para advokat dalam menjalankan tugas mereka harus menjadi prioritas. Hal senada juga diucapkan ketua DPC IKADIN Banjarnegara, yang mengungkapkan keprihatinan, mendalam atas kejadian itu Harmono, SH, MM, CLA juga mendesak pihak kepolisian, baik Polda Sulawesi Selatan maupun Polres Bone, untuk segera menyelidiki kasus ini secara mendalam dan profesional.

“Kami berharap pihak berwajib dapat mengungkap siapa pelaku dan motif di balik penembakan ini, serta menindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” tambahnya.

Kejadian ini bukan hanya menjadi perhatian di tingkat lokal, tetapi juga menggugah komunitas advokat di Sulawesi Selatan, maupun di Indonesia yang merasa bahwa insiden ini merupakan ancaman serius terhadap supremasi hukum dan demokrasi.

Para advokat pun menyerukan solidaritas untuk mendukung korban dan memastikan bahwa profesi advokat tetap terlindungi.“Kami mengajak seluruh advokat di Indonesia untuk bersatu. Saatnya menunjukkan solidaritas, mendukung rekan sejawat yang menjadi korban, dan memastikan langkah hukum terus berjalan,” tegas Harmono.

Kronologi Tragis Penembakan Rudi S Gani di Bone pada Malam Tahun Baru Malam pergantian tahun baru yang seharusnya menjadi momen kebahagiaan bagi Rudi S Gani dan keluarganya, berakhir dengan tragedi. Pada Selasa malam (31/12/2024), Rudi, yang adalah seorang pengacara, ditembak oleh orang tak dikenal di kediamannya di Desa Pattukulimpoe, Kecamatan Lappariaja, Kabupaten Bone.

Rudi baru saja menyelesaikan pekerjaan dengan klien-kliennya di Kota Watampone dan kembali ke rumah istrinya untuk merayakan malam tahun baru bersama keluarga. Suasana santai mendadak berubah mencekam setelah suara mobil berhenti di depan rumah mereka, diikuti oleh dua letusan tembakan yang langsung mengarah ke wajah korban.

Setelah terkena tembakan, Rudi langsung jatuh tergeletak dan segera dilarikan oleh keluarganya ke Puskesmas Lappariaja. Namun, nyawa Rudi tidak dapat diselamatkan.Kasus ini menambah daftar panjang insiden yang mencederai rasa aman, tidak hanya bagi individu, tetapi juga bagi profesi yang harus dilindungi dan dihormati. (One)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *