JONGJAVA.CO | 16 Februari 2026 — Kerusakan serius ditemukan di Jembatan Fly Over Pamanukan, Kabupaten Subang. Permukaan jalan terlihat dipenuhi lubang yang menyebar di sejumlah titik dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan. Kondisi ini paling berisiko bagi kendaraan roda dua, mobil pribadi, serta angkutan logistik bertonase berat yang setiap hari melintasi jalur tersebut.
Berdasarkan pantauan lapangan, beberapa lubang memiliki kedalaman cukup signifikan dan hampir menutup sebagian badan jembatan. Selain itu, pencahayaan yang terbatas pada malam hari memperburuk visibilitas pengendara. Situasi ini membuat banyak pengguna jalan tidak memiliki waktu cukup untuk menghindar, sehingga kendaraan rawan kehilangan keseimbangan saat melintas di kecepatan normal.
Risiko Kecelakaan Terus Meningkat
Arus kendaraan yang padat setiap hari mempercepat kerusakan struktur jalan. Tekanan berulang dari kendaraan berat memperlebar retakan yang sudah ada, sehingga lubang berkembang lebih cepat dari perkiraan. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dikhawatirkan memicu kecelakaan beruntun, terutama pada jam sibuk saat jarak antar kendaraan sangat rapat.
Sejumlah pengemudi mengaku terpaksa mengerem mendadak ketika melihat lubang di depan kendaraan. Manuver tiba-tiba tersebut meningkatkan risiko tabrakan dari belakang. Beberapa pengendara memilih melambat ekstrem saat memasuki jembatan, yang justru menimbulkan antrean dan potensi kemacetan panjang.
Imbauan Keselamatan untuk Pengguna Jalan
Pengguna jalan diimbau meningkatkan kewaspadaan saat melintasi Fly Over Pamanukan. Pengendara disarankan mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, dan tetap fokus pada kondisi permukaan jalan. Kendaraan besar juga diminta melintas secara bergantian agar beban tidak terpusat pada satu titik kerusakan.
Masyarakat berharap instansi terkait segera melakukan perbaikan darurat mengingat jalur ini merupakan akses vital transportasi regional. Perbaikan cepat dinilai penting untuk mencegah kecelakaan sekaligus menjaga kelancaran distribusi barang dan mobilitas warga. Hingga kini, pengguna jalan hanya dapat mengandalkan kehati-hatian ekstra demi keselamatan bersama.





