Purwakarta, Jongjava.co- Sebuah bangunan tua peninggalan masa kolonial Belanda masih berdiri sebagai saksi sejarah di kawasan Stasiun Cisomang. Pada masa penjajahan, bangunan ini difungsikan sebagai kantor. Setelah Indonesia merdeka, bangunan tersebut beralih fungsi menjadi rumah dinas stasiun.
Arsitekturnya berbeda dari kebanyakan rumah dinas lainnya. Hal itu wajar, karena bangunan ini sejak awal dirancang sebagai kantor. Struktur bangunannya tampak megah dengan sistem pintu yang saling terhubung antar-ruangan, memungkinkan akses langsung dari satu ruang ke ruang lainnya.
Di bagian belakang bangunan utama terdapat ruang-ruang pendukung seperti dapur, kamar mandi, dan fasilitas lain. Dalam tradisi arsitektur kolonial, bangunan utama memang kerap dipisahkan dari area servis seperti dapur dan kamar mandi. Kedua bagian tersebut biasanya dihubungkan oleh jalur khusus beratap.
Konsep pemisahan ini dirancang untuk menjaga kenyamanan penghuni di bangunan utama. Aktivitas seperti memasak atau pekerjaan domestik lainnya tidak mengganggu ketenangan ruang utama, sehingga fungsi hunian maupun kantor tetap optimal.
Kini, bangunan tersebut tidak hanya menjadi peninggalan fisik, tetapi juga jejak penting sejarah arsitektur dan kehidupan perkeretaapian di masa lampau.





