Jongjava.co Karanganyar| 18 Februari 2026 – (KNPI) Kabupaten Karanganyar bersama 25 Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) menegaskan sikap menolak proyek geothermal demi menjaga kelestarian Gunung Lawu. Pernyataan tersebut disampaikan dalam forum silaturahmi bertajuk “Pemuda Bersinergi, Karanganyar Aman dan Maju” saat bertemu Kapolres Karanganyar, Rabu (18/2/2026).
Ketua KNPI Karanganyar, Boby Aditia Putra, menyebut kekhawatiran masyarakat terhadap dampak lingkungan proyek panas bumi sangat nyata. Ia menilai potensi risiko bencana harus menjadi perhatian serius seluruh pihak. KNPI berencana mengonsolidasikan aktivis lingkungan pada bulan Ramadan mendatang guna menyusun langkah strategis pencegahan.
“KNPI tetap pada sikap menolak proyek geothermal di Gunung Lawu. Kami akan menggelar konsolidasi bersama aktivis lingkungan agar potensi bencana tidak terjadi di Karanganyar,” ujarnya.
Salah satu pengurus KNPI Karanganyar yang turut hadir, Farco Siswanto Raharjo, menegaskan bahwa gerakan pemuda harus tetap mengedepankan edukasi publik. “Kami ingin masyarakat memahami dampak jangka panjang proyek ini. Perjuangan kami bukan sekadar penolakan, tetapi upaya menjaga keselamatan lingkungan dan generasi mendatang,” katanya.
Dukungan OKP dan Tokoh Nasional
Penolakan serupa disuarakan Ketua PD Pemuda Muhammadiyah, Malik. Ia menegaskan pihaknya menggandeng pimpinan pusat serta tokoh nasional Busyiro Muqoddas untuk memperluas diskusi publik terkait proyek tersebut. Menurutnya, perlindungan lingkungan harus menjadi prioritas jangka panjang.
Sejumlah organisasi kemasyarakatan pemuda lain turut menyampaikan aspirasi, termasuk dorongan perlindungan terhadap aktivis dari kriminalisasi serta ajakan memperkuat sinergi lintas komunitas demi keberlanjutan gerakan lingkungan.
Kepolisian Siap Fasilitasi Dialog
Kapolres Karanganyar, AKBP Arman Sahti, menyatakan kesiapan kepolisian memfasilitasi ruang dialog bagi elemen pemuda. Ia menekankan pentingnya penyampaian aspirasi secara damai dan sesuai koridor hukum untuk menjaga kondusivitas wilayah.
Forum ini juga menjadi ajang pemaparan program strategis pemuda, termasuk “Karanganyar Mencari Bakat” di 17 kecamatan dan gerakan “Sedekah Sampah Botol Plastik” sebagai aksi nyata kepedulian lingkungan. Pertemuan diakhiri dengan komitmen penguatan komunikasi antara kepolisian dan komunitas pemuda di tingkat wilayah.





