Kabupaten Tangerang, Poskota.online – Tukang ojek, apa yang terlintas di benak kita semua jika mendengar istilah tersebut ? Orang pinggiran ? Kaum marjinal ? Berpenghasilan minim ? Kumal ? Arogan dijalan ? Tentu masih banyak lagi stigma kurang mengenakkan melekat pada profesi tersebut, baik itu tukang ojek pangkalan alias opang maupun tukang ojek daring berbasis online. Tak salah memang beragam cap tersebut, tetapi apakah semua itu benar adanya ?
Kita tentu sering melihat berbagai macam komunitas ojol alias ojek online melakukan berbagai kegiatan positif seperti penggalangan dana korban bencana, santunan anak yatim, sosialisasi keamanan berkendara dari kepolisian, hingga “diakomodir” untuk sosialisasi partai politik, bakal calon legislatif, hingga bakal calon presiden seperti halnya di Kota Serang dimana basecamp salah satu komunitas ojek online di jadikan posko pemenangan salah satu bakal calon presiden pada pemilu 2024 mendatang.
Bahkan saking seringnya para driver ojek online menjadi “garda terdepan” dalam setiap peristiwa apapun di jalanan, sampai pada pernyataan yang berkembang di jalanan bahwa, “saat anda menemui masalah di jalan, minta tolonglah kepada driver ojol”, luar biasa bukan ?
Tak di pungkiri memang, para driver ojol lah yang selalu tanpa pamrih memberikan pertolongan kepada sesama jika misal terjadi kecelakaan dijalan, driver ojol lah yang dengan ikhlas menghubungi kontak keluarga korban kecelakaan dengan memakai pulsa selulernya sendiri, tentu di tengah keterbatasan finansial mereka, bahkan jika kontak keluarga korban susah untuk di hubungi mereka tak segan untuk mencari alamat rumah si korban sampai ketemu, sebuah urutan kebaikan yang mungkin saja bagi orang awam takkan pernah tau akan hal tersebut.
Latar belakang senasib, sepenanggungan dengan beragam masalah di jalan menjadikan komunitas ojol layaknya sekumpulan saudara dengan ibu kandung yang berbeda, solid dan kepedulian komunitas ojol memang sudah tidak terbantahkan, baik itu kepada sesama driver ojol, sesama pengguna jalan, maupun kepada sesama yang sedang tertimpa musibah, misal korban bencana alam dan lain-lain.
Seperti halnya komunitas ojol di dalam wadah KBGG ( Keluarga Besar Grab Gojek ) Bersaudara Rajeg, Kabupaten Tangerang,berbagai tujuan mulia seperti uraian diatas pun melatarbelakangi terbentuknya komunitas ini enam tahun yang lalu. Komunitas ojol dengan puluhan anggotanya tersebar di sekitaran Kecamatan Rajeg dan sekitarnya.
Bertempat di basecampnya di Kampung Kongsi Baru, Jalan Raya Pasar Kemis – Rajeg,Desa Mekarsari,Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, tasyakuran sederhana di gelar dalam rangka enam tahun terbentuk dan eksisnya komunitas tersebut, Minggu ( 03/09/2023 ), 13:30 WIB – selesai.
Hadir dalam giat tersebut, para sesepuh komunitas beserta puluhan anggota komunitas tersebut.Mengangkat tema “Duduk sama rata, berdiri tanpa raja” ,tentu ada harapan mulia dari tema tersebut,seperti halnya yang di lafadzkan oleh Ustadz Mazkurullah dalam sesi doa bersama dalam acara tersebut.

“Kegiatan anniversary hari ini bertujuan menjalin silaturahmi dan sekaligus bentuk kekompakan keluarga ojol, semoga kedepan semakin solid dan kompak selalu”, kata koordinator lapangan komunitas,M.Apri.Supriadi.
Hadir dalam giat tersebut 13 komunitas ojek online yang bernaung dibawah wadah lintas emergency ( Lempar Pilar ), beberapa perwakilan dari GoGraber Kabupaten Tangerang, pun tak ketinggalan dari komunitas yang lumayan jauh seperti dari komunitas ojek online Netral Kembangan Jakarta Barat dan juga dari komunitas ojek online Tambora Bersatu.
( Sugeng T )





