Site icon jongjava.co

Lebih dari Sepekan Tertahan di Belitung, Jenazah Gustaf Akhirnya Dipulangkan ke Balaraja

KABUPATEN TANGERANG, – Setelah lebih dari sepekan berada di kamar jenazah RSUD Dr. H. Marsidi Judono, Tanjung Pandan, Bangka Belitung, jenazah Gustaf, warga Kampung Kabembem, Desa Balaraja, Kabupaten Tangerang, Banten, akhirnya berhasil dipulangkan ke kampung halamannya.

Proses pemulangan jenazah dilakukan secara bertahap oleh para relawan setelah keluarga mengalami kendala biaya untuk membawa jenazah dari Belitung ke Tangerang.

Kronologi pemulangan bermula ketika jenazah Gustaf berada di kamar mayat RSUD Dr. H. Marsidi Judono, Tanjung Pandan. Keluarga kemudian berupaya mencari jalan agar jenazah dapat segera dipulangkan ke Balaraja. Namun, keterbatasan biaya menjadi kendala utama dalam proses tersebut.

Pihak keluarga, melalui Novi, sempat mengajukan permohonan bantuan kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang. Namun, hingga proses pemulangan dilakukan, belum ada kepastian bantuan yang dapat diterima keluarga.

Di tengah kondisi tersebut, Yayasan Cordova Sariah Indonesia bersama Tim BRAI dan komunitas RERI kemudian mengambil inisiatif membantu proses pemulangan.

Para relawan mengurus berbagai keperluan administrasi serta proses pengiriman jenazah dari Belitung menuju Tangerang melalui jalur kargo udara.

Setelah seluruh proses administrasi dan pengiriman diselesaikan, jenazah diberangkatkan dari Bandara di Tanjung Pandan menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Sabtu (12/9/2026) sekitar pukul 08.00 WIB, jenazah Gustaf akhirnya tiba di Terminal Kargo Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Setibanya di Tangerang, jenazah tidak dibiarkan menunggu lama. Tim relawan langsung melakukan penjemputan menggunakan mobil ambulans MD Amanah untuk membawa jenazah dari terminal kargo menuju Balaraja.

Dari Bandara Soekarno-Hatta, jenazah kemudian dibawa ke kampung halaman di wilayah Balaraja, Kabupaten Tangerang, untuk dimakamkan.

“Kami awalnya bingung dan pasrah. Tapi berkat doa serta upaya kawan-kawan relawan, jenazah berhasil dievakuasi dari Belitung sampai ke tempat peristirahatan terakhirnya,” kata Herman, relawan kemanusiaan, Sabtu (12/9/2026).

Dengan demikian, rangkaian pemulangan jenazah Gustaf akhirnya tuntas. Setelah lebih dari sepekan tertahan di Belitung, jenazah dapat kembali ke daerah asal dan dimakamkan di Balaraja, Kabupaten Tangerang.

Peristiwa ini sekaligus menunjukkan kepedulian dan solidaritas masyarakat sipil. Ketika keluarga menghadapi keterbatasan biaya dan proses pemulangan menemui kendala, para relawan hadir membantu mulai dari pengurusan administrasi, pengiriman melalui kargo udara, hingga penjemputan dan pengantaran jenazah ke rumah duka.

(Red)

Exit mobile version