Site icon jongjava.co

Pengurus Alumni SMEAN/SMKN Payakumbuh Wilayah Jabodetabek Periode 2026–2030 Resmi Dilantik, Pererat Silaturahmi di Perantauan

JAKARTA, jongjava.co  — Ikatan Alumni SMEAN/SMKN 1 Payakumbuh Wilayah Jabodetabek resmi memiliki kepengurusan baru untuk periode 2026–2030. Kehadiran kepengurusan baru ini diharapkan semakin mempererat tali silaturahmi, memperkuat rasa kekeluargaan, serta menjadi wadah bagi para alumni untuk terus menjaga hubungan persaudaraan di tanah perantauan.

Semangat tersebut tercermin dalam motto yang diusung, yakni “Basamo Kito di Maso-Maso Tuo”. Ungkapan yang bermakna “bersama kita di masa-masa tua” itu menjadi simbol komitmen para alumni untuk tetap bersama, saling peduli dan menjaga silaturahmi hingga usia lanjut.

Bagi para alumni SMEAN/SMKN 1 Payakumbuh yang kini tersebar di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi, organisasi alumni bukan sekadar wadah berkumpul. Lebih dari itu, keberadaannya diharapkan menjadi rumah bersama untuk saling membantu, berbagi pengalaman, memperkuat kepedulian sosial serta menjaga nilai-nilai agama, adat dan budaya.

Susunan Pengurus Wilayah Jabodetabek IKA SMEAN/SMKN 1 Payakumbuh periode 2026–2030 tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan Dewan Pembina Pusat IKA SMEAN/SMKN 1 Payakumbuh Nomor 08/DP.P/06-2026 tanggal 15 Juni 2026, yang ditetapkan di Pekanbaru.

Dalam kepengurusan tersebut, Bob Riel Syofni, angkatan 1976, dipercaya sebagai Ketua. Ia didampingi Popi Dahlan, angkatan 1983, sebagai Wakil Ketua I dan Isman, angkatan 1992, sebagai Wakil Ketua II.

Sementara posisi Sekretaris dipercayakan kepada Gusnimar, angkatan 1979, dengan Hilda Widiawati, angkatan 1992, sebagai Wakil Sekretaris. Untuk mengelola bidang keuangan organisasi, jabatan Bendahara diemban Yuhelmi Dahlan, angkatan 1975, dan Wakil Bendahara dijabat Yelly Rinaldi, angkatan 1981.

Kepengurusan tersebut juga diperkuat oleh sejumlah alumni senior yang dipercaya sebagai Dewan Penasehat. Mereka adalah Junis Bakri Junin (1971), Yulizar Yusuf (1973), Indra Nazri (1973), Ruswandi Rusli Dt. Mangun (1973), Husnawati Dara (1973), Ermas Dt. Tan Pangulu (1972), dan Idris (1976).

Kehadiran para alumni senior sebagai Dewan Penasehat diharapkan dapat memberikan arahan, masukan dan pertimbangan kepada pengurus dalam menjalankan roda organisasi selama periode 2026–2030.

Selain kepengurusan inti, organisasi juga membentuk sejumlah seksi yang memiliki peran penting dalam menjalankan berbagai program dan kegiatan alumni.

Seksi Dakwah dipercayakan kepada Zulfahmi Dayat (1977), Dasrul (1989), Efendi (1979), dan Haryatna (1992). Bidang ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk memperkuat kegiatan keagamaan sekaligus membangun silaturahmi antaralumni yang berlandaskan nilai-nilai agama.

Kemudian Seksi Sosial diisi oleh Almi Erni (1976), Idawati (1979), Resitrawati (1989), dan Noverma Neni (1992). Bidang sosial memiliki peran dalam mendorong kepedulian antarsesama alumni serta membuka ruang bagi kegiatan sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Untuk memperkuat komunikasi organisasi, Seksi Humas dipercayakan kepada Fazdlullah (1976), Meldawati (1991), Noverma Neni (1992), dan Masytohrefni (2001).

Sedangkan bidang Seni dan Budaya diisi oleh Kasman (1975), Yutri Kemala (1979), Fendi Harfi (1989), dan Novitriati Pipit (1989). Bidang tersebut diharapkan dapat menjadi ruang untuk menjaga, memperkenalkan dan melestarikan seni serta budaya yang menjadi bagian dari identitas para alumni.

Susunan Lengkap Pengurus

Adapun susunan lengkap Pengurus Wilayah Jabodetabek IKA SMEAN/SMKN 1 Payakumbuh periode 2026–2030 adalah sebagai berikut:

DEWAN PENASEHAT:

  1. Junis Bakri Junin, 1971
  2. Yulizar Yusuf, 1973
  3. Indra Nazri, 1973
  4. Ruswandi Rusli Dt. Mangun, 1973
  5. Husnawati Dara, 1973
  6. Ermas Dt. Tan Pangulu, 1972
  7. Idris, 1976

PENGURUS INTI:

  • Ketua: Bob Riel Syofni, 1976
  • Wakil Ketua I: Popi Dahlan, 1983
  • Wakil Ketua II: Isman, 1992
  • Sekretaris: Gusnimar, 1979
  • Wakil Sekretaris: Hilda Widiawati, 1992
  • Bendahara: Yuhelmi Dahlan, 1975
  • Wakil Bendahara: Yelly Rinaldi, 1981

SEKSI DAKWAH:

  1. Zulfahmi Dayat, 1977
  2. Dasrul, 1989
  3. Efendi, 1979
  4. Haryatna, 1992

SEKSI SOSIAL:

  1. Almi Erni, 1976
  2. Idawati, 1979
  3. Resitrawati, 1989
  4. Noverma Neni, 1992

SEKSI HUMAS:

  1. Fazdlullah, 1976
  2. Meldawati, 1991
  3. Noverma Neni, 1992
  4. Masytohrefni, 2001

SEKSI SENI & BUDAYA:

  1. Kasman, 1975
  2. Yutri Kemala, 1979
  3. Fendi Harfi, 1989
  4. Novitriati Pipit, 1989

Terbentuknya kepengurusan baru tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata. Para pengurus diharapkan mampu menghidupkan berbagai program yang dapat memperkuat hubungan kekeluargaan sekaligus memberikan manfaat bagi anggota dan masyarakat.

Semangat kebersamaan menjadi semakin penting karena para alumni kini telah menjalani kehidupan masing-masing. Ada yang berkarier sebagai profesional, menjalankan usaha, menjadi aparatur, maupun menekuni berbagai bidang pekerjaan lainnya. Kesibukan dan perbedaan aktivitas tersebut tidak seharusnya menjadi penghalang untuk tetap menjaga komunikasi.

Justru, semakin bertambah usia, silaturahmi dinilai menjadi semakin penting. Pertemuan sesama alumni bukan hanya untuk mengenang masa sekolah, tetapi juga menjadi kesempatan untuk saling memberikan perhatian, berbagi pengalaman dan saling membantu ketika menghadapi persoalan kehidupan.

Semangat tersebut juga sejalan dengan nilai-nilai agama yang mengajarkan pentingnya menjaga hubungan baik antarsesama. Silaturahmi tidak hanya mempertemukan orang secara fisik, tetapi juga menjaga hubungan hati dan rasa persaudaraan agar tidak terputus oleh jarak maupun waktu.

Di sisi lain, keberadaan Seksi Dakwah, Sosial, Humas, serta Seni dan Budaya menunjukkan bahwa organisasi alumni memiliki ruang yang cukup luas untuk mengembangkan kegiatan. Tidak hanya kegiatan pertemuan, tetapi juga kegiatan keagamaan, sosial kemasyarakatan, komunikasi antaralumni hingga pelestarian seni dan budaya.

Kepengurusan periode 2026–2030 juga diharapkan mampu menjembatani alumni lintas angkatan. Para alumni senior dapat menjadi sumber pengalaman dan nasihat, sementara alumni yang lebih muda dapat memberikan gagasan serta energi baru dalam mengembangkan organisasi.

Dengan demikian, perbedaan tahun angkatan bukan menjadi batas, melainkan menjadi kekuatan untuk membangun kebersamaan.

Bagi para alumni SMEAN/SMKN 1 Payakumbuh di Jabodetabek, ikatan yang terbangun sejak masa sekolah merupakan bagian dari perjalanan hidup yang tidak mudah dilupakan. Dari tempat yang sama mereka pernah belajar, bertumbuh dan membangun persahabatan yang kemudian dibawa hingga ke tanah perantauan.

Kini, setelah puluhan tahun berlalu, pertemuan dan silaturahmi menjadi momentum untuk kembali memperkuat hubungan tersebut.

“Basamo Kito di Maso-Maso Tuo” akhirnya bukan sekadar motto organisasi. Ia menjadi pesan bahwa persaudaraan tidak mengenal batas usia, jarak maupun kesibukan.

Sejauh apa pun perjalanan hidup membawa para alumni, ikatan kekeluargaan diharapkan tetap terjaga. Karena ketika usia semakin bertambah, yang menjadi semakin berharga bukan hanya pencapaian masing-masing, tetapi juga siapa saja yang masih bersedia duduk bersama, saling menyapa, saling membantu dan menjaga tali silaturahmi.

Melalui kepengurusan periode 2026–2030, IKA SMEAN/SMKN 1 Payakumbuh Wilayah Jabodetabek diharapkan dapat menjadi wadah yang semakin solid, guyub dan bermanfaat bagi seluruh alumni.

Basamo Kito di Maso-Maso Tuo — bersama menjaga silaturahmi, bersama memperkuat persaudaraan, dan bersama menjadi keluarga di tanah rantau.

Exit mobile version