Pontianak Carnaval Khatulistiwa: Ruang Kreatif dan Ekonomi Lokal

by -5 Views
Oplus_131072

PONTIANAK Poskota Online Pontianak Carnaval Khatulistiwa 2026 resmi digelar di Jalan Diponegoro Pontianak mulai 14 hingga 17 Agustus 2026. Kegiatan ini menghadirkan sembilan agenda kreatif yang melibatkan sekitar 1.700 peserta dari berbagai kategori lomba dan menjadi ruang ekspresi bagi anak muda, pelaku seni, budaya, komunitas, serta UMKM.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi para pelaku ekonomi kreatif, terutama generasi muda, tidak hanya dari Kota Pontianak tetapi juga Kalimantan Barat. Menurutnya, pemerintah perlu hadir memberikan ruang bagi kegiatan positif yang dapat menyalurkan energi, bakat, dan kreativitas masyarakat.

“Kegiatan ini bertujuan untuk menampung silaturahmi para pelaku ekonomi kreatif, terutama anak-anak muda, tidak hanya di Kota Pontianak, tapi juga Kalimantan Barat,” ujarnya ketika pembukaan, Jumat (14/8/2026) malam.

Edi menyebut, Pontianak sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Barat memiliki peran penting dalam memberi warna bagi berbagai kegiatan masyarakat. Mulai dari olahraga, kesenian, budaya hingga keagamaan, seluruhnya perlu difasilitasi sebagai bagian dari dinamika kota yang terus berkembang.

Ia menilai, Pontianak Carnaval Khatulistiwa menjadi salah satu cara untuk mengarahkan potensi generasi muda ke kegiatan yang produktif. Selain memberi hiburan, kegiatan ini juga mendukung pembangunan ekonomi kreatif serta membuka ruang bagi pelaku seni dan budaya untuk tampil lebih luas.

“Pemerintah Kota Pontianak selalu mendukung apa pun yang dilakukan masyarakat, terutama anak-anak muda, untuk mengekspresikan energi dan kreativitasnya dalam kegiatan positif,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pontianak Carnaval Khatulistiwa, Agus Setiadi mengatakan, kegiatan tahun ini menjadi salah satu event kreatif terbesar di Kalimantan Barat. Hal itu karena terdapat sembilan agenda yang digelar dalam satu rangkaian kegiatan.

Sembilan agenda tersebut meliputi Lomba Kreasi Wastra Kalimantan Barat, Lomba Tari Multi-etnis Kalimantan Barat, Lomba Mural, Lomba Kostum Karnaval, Parade Drum Band Pelajar, Lomba Senam Kreasi CBP Nusantara, Lomba Konten Kreatif QRIS, Lomba Mewarnai, dan Lomba Modern Dance. Kegiatan juga dirangkai dengan bazar UMKM, edukasi dan literasi keuangan, serta ekspresi komunitas.

Menurutnya, sejumlah lomba mulai berlangsung sejak Jumat (14/8/2026) siang, seperti lomba kreasi wastra dan mural.

Puncak kegiatan akan berlangsung pada Minggu melalui parade kostum karnaval dan drum band pelajar, yang diperkirakan menjadi salah satu agenda paling meriah.

“Lomba tari multi-etnis pesertanya juga ada dari luar Kota Pontianak, seperti Mempawah, Kubu Raya, Sanggau, Sambas, dan Singkawang,” katanya.

Agus menyebut, total peserta tahun ini mencapai sekitar 1.700 orang dari seluruh kategori lomba. Ia menilai, tingginya antusiasme tersebut menjadi bukti bahwa masyarakat membutuhkan ruang hiburan dan ekspresi kreatif. Kegiatan ini menjadi wadah bagi anak-anak, remaja, generasi muda, milenial, Gen Z, hingga orang dewasa untuk menyalurkan energi dan pikiran ke arah yang positif.

Selain menjadi ruang kreativitas, Agus berharap Pontianak Carnaval Khatulistiwa juga memberi dampak terhadap ekonomi masyarakat. Melalui bazar UMKM dan aneka produk, kegiatan ini membuka peluang transaksi jual beli serta memperkuat perputaran ekonomi lokal.

“Mudah-mudahan dengan kegiatan ini terjadi transaksi, jual beli, dan berdampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat,” katanya.

Hasnan

Facebook Comments Box