Potensi Banjarnegara Dongkrak Sektor Perikanan Dengan Wujudkan Minapolitan, Luwung dan Tanjung Anom

by
Edi Santosa Anggota DPRD Banjarnegara Fraksi PKS dan Ketua Paguyuban Masyarakat Petani Ikan Banjarnegara

Banjarnegara, poskota.online – Peningkatan ekonomi masyarakat perikanan untuk mendukung sektor ketahanan pangan tapi harus di tingkatkan pemasaran secara eksklusif bukan hanya pembenihan saja, dengan tingkat inflasi yang rendah.

Dua Desa Yaitu Desa Luwung dan Desa Tanjung Anom, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara merupakan Sentra Industri Perikanan terbesar di Kota Dawet.

Dari Informasi Suwahyo Ketua Forum Kepala Desa dan Perangkat Desa(FKPD) Kecamatan Rakit dan Kepala Desa(Kades) Tanjung Anom, ia mengatakan Banjarnegara, sejak dari dahulu kala Dua Desa di Kecamatan setempat sudah menjadi sentra industri Perikanan air tawar terbesar.

“Dari mulai pembenihan sampai untuk konsumsi pasar, Desa Luwung dan Desa Tanjung Anom merupakan sentra industri Perikanan air tawar terbesar di Banjarnegara, dan Konsep Minapolitan sudah di kenalkan dari dua Desa di Kecamatan Rakit, ” Katanya.Sabtu(4/1/2024).

Wahyo juga menyampaikan di Desa Tanjung Anom sendiri setiap warganya Sebagaian besar adalah bergelut di Sektor Pertanian dan Perikanan, tidak cuma itu saja di industri olahan ikan menjadi produk makanan sudah ada untuk menopang sektor UMKM.

“Di samping Pembenihan dan kebutuhan Konsumen Pasar untuk Sektor perikanan, warga Tanjung Anom semuanya memelihara ikan dan Kami ada beberapa home industri pengolahan berbahan dasar dari Ikan air tawar, seperti abon ikan contohnya, itu di kelola oleh KWT, ” Ujarnya.

Sementara Terkait dengan Minapolitan, di Sampaikan oleh Edi Santosa Ketua Paguyuban Masyarakat Perikanan Banjarnegara(PMPB)dan Anggota DPRD Banjarnegara dari Fraksi PKS periode 2024-2029, ia sangat inspiratif untuk mendukung Konsep Minapolitan di Kabupaten Setempat.

“Minapolitan adalah satu kawasan yang di tetapkan oleh dinas, syaratnya itu, kan ada SK dari Kementrian Perikanan dan Kelautan yang namanya Raja Purbawa Banjarnegara itu di tetapkan sebagai kawasan minapolitan, kawasannya itu meliputi 5 kecamatan tidak secara Keseluruhan dari 22 Kecamatan di Banjarnegara, yaitu Kecamatan Rakit, Mandiraja,Purwanegara,Bawang, Wanadadi, itu sudah di SK kan, “Terangnya.

Lanjut ia menerangkan,tentang Minapolitan sudah di plot pada Detail Tata Ruang(DTR) yaitu untuk menjadi kota Perikanan.
” Berjalannya waktu, dengan Adanya Rencana Detail Tata Ruang(DTR),itu kan Purwanegara akan di jadikan sebagai Kota Sektor itu,
ikoniknya adalah Kota Minapolitan, yaitu Kota Perikanan,”ungkapnya.

Saat ini dengan tingkat pasar yang kompetitif dan para petani ikan untuk wilayah dua Desa di Kecamatan Rakit, trend pasar sudah demikian pesat dan harus mengikuti perkembangan jaman.

“Dunia perikanan harus berkompetisi menyesuai kan, trend yang ada sekarang masyarakat kami,itu fokusnya di pembenihan, sementara itu pembenihan kompetitif sekali di mana setiap masyarakat itu bisa, misalnya sekarang mijahkan lele, dulu sejarah Luwung dan Tanjung Anom itu Awal cikal bakal, tapi sekarang sudah ada di mana mana lagi, sehingga hukum pasar berlaku stok banyak, kompetitif sehingga petani mengal ami kerugian karena tidak terserapnya pasar,” Kata Edi Santosa saat menyampaikan tentang peningkatan ekonomi pasar Perikanan saat ini.

“Sedang kan trend sekarang, menurut nya lebih mengikuti program pemerintah yaitu makan siang gratis, dimana kebutuhan nutrisi ikan menjadi pilihan karena sudah di sepakati oleh Kementrian Kelautan perikanan dan Kementrian Ketahanan pangan itu sudah ada MOU oleh Menteri Perikanan KKP untuk mensuplay kebutuhan makan siang gratis, lanjut Edi

Edi Santosa Berharap semua lapisan masyarakat termasuk pemerintah mengetahui akan kebutuhan pasar .
” Kalau saya mendorong masyarakat, pemerintah bersinergi memenuhi, kebutuhan pasar akan daging ikan, “pungkasnya.(*)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *