Jakarta, jongjava.id – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mulai tancap gas membenahi sistem pengelolaan sampah di ibu kota. Lewat program Gerakan Pilah Sampah, ia ngajak warga buat mulai memilah sampah dari rumah alias dari sumbernya.
Ajakan ini disampaikan langsung lewat video yang diunggah akun Dinas Perhubungan DKI Jakarta di Instagram, Selasa (17/3/2026). Dalam video itu, Pramono menegaskan komitmennya buat beresin persoalan sampah yang selama ini jadi PR besar Jakarta.
“Saya, Pramono Anung, mewakili Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, melakukan pembenahan secara serius dan mendasar terhadap sistem pengolahan sampah di Jakarta,” ujar Pramono.
Menurut dia, langkah ini bukan sekadar program biasa, tapi jadi penentu masa depan pengelolaan sampah di Jakarta. Makanya, semua pihak nggak cuma pemerintah harus ikut turun tangan.
“Saya mengajak seluruh masyarakat Jakarta untuk berpartisipasi dalam gerakan pilah sampah dari sumbernya,” kata Pramono.
Biar nggak ribet, Pramono juga kasih gambaran simpel soal cara pilah sampah yang bisa langsung diterapin sehari-hari. Ada empat kategori utama:
- Sampah organik: jenis yang gampang terurai dan bisa diolah jadi kompos.
- Sampah daur ulang: seperti plastik, kertas, dan logam yang bisa disalurkan ke bank sampah.
- Sampah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun): butuh penanganan khusus karena berisiko.
- Sampah residu: jenis sampah yang sudah nggak bisa diolah lagi.
Dengan langkah sederhana ini, Pramono berharap kebiasaan pilah sampah bisa jadi bagian dari gaya hidup warga Jakarta. Nggak harus nunggu kebijakan besar—mulai dari rumah juga udah berdampak.
“Saya percaya, jika kita bergerak bersama, perubahan besar bisa kita wujudkan,” tutupnya.





