
MANDALIKA, — Momen panas mewarnai Sprint Race MotoGP Mandalika 2026 setelah Raul Fernandez meluapkan kekesalannya kepada Marco Bezzecchi melalui tepuk tangan bernada sinis. Gestur tersebut terjadi setelah keduanya terjatuh di Tikungan 1 pada awal balapan, Sabtu (10/10/2026).
Insiden itu menjadi sorotan karena Fernandez dan Bezzecchi sama-sama membela Aprilia, meski berada di tim berbeda. Fernandez memperkuat Trackhouse Racing, sedangkan Bezzecchi merupakan pembalap tim pabrikan Aprilia Racing.
Kejadian bermula ketika para pembalap memasuki tikungan pertama setelah start. Persaingan ketat untuk mendapatkan posisi membuat sejumlah motor berdekatan saat pengereman. Dalam situasi tersebut, Bezzecchi kehilangan kendali dan terjatuh. Motornya kemudian mengenai Fernandez hingga pembalap asal Spanyol itu ikut tersungkur.
Kecelakaan tersebut mengakhiri peluang keduanya untuk menyelesaikan Sprint Race dan mengamankan poin. Situasi semakin emosional karena Fernandez memulai balapan dari pole position, sedangkan Bezzecchi berada di barisan depan.
Setelah terjatuh, Fernandez terlihat memberikan tepuk tangan bernada sarkastis ke arah Bezzecchi di area gravel. Gestur itu dipandang sebagai bentuk kekesalan atas insiden yang menggagalkan perjuangannya dalam balapan sprint.
Reaksi Fernandez tidak berhenti di lintasan. Dalam keterangannya kepada media setelah balapan, ia secara terbuka mengkritik manuver Bezzecchi yang menurutnya tidak profesional.
Fernandez menilai dirinya kehilangan ruang ketika memasuki zona pengereman. Ia juga mengungkapkan bahwa sebelum balapan, kedua pembalap telah membicarakan pentingnya menjaga jarak dan menghindari kontak agar sama-sama memiliki peluang bersaing di barisan depan.
Menurut Fernandez, persoalannya bukan semata-mata karena kecelakaan bisa terjadi dalam balapan, melainkan karena ia merasa manuver yang dilakukan Bezzecchi tidak mencerminkan kesepakatan dan sikap saling menghormati di antara rekan satu pabrikan.
Fernandez bahkan menyebut dirinya mengalami patah atau retak pada salah satu jarinya akibat insiden tersebut. Kondisi itu menimbulkan keraguan mengenai kemampuannya tampil pada balapan utama hari Minggu, meski ia berencana mencoba kembali mengendarai motor setelah menjalani pemeriksaan dan evaluasi kondisi fisik.
Di sisi lain, Bezzecchi memberikan penjelasan berbeda. Pembalap Italia itu menyebut kejadian tersebut sebagai insiden balapan yang dapat terjadi ketika banyak pembalap memasuki tikungan pertama secara bersamaan.
Bezzecchi menjelaskan bahwa ia harus mengangkat motornya untuk menghindari situasi di depannya ketika Marc Marquez dan Fabio Di Giannantonio bersaing memasuki tikungan. Dalam proses tersebut, ia merasakan kontak sebelum akhirnya terjatuh.
Bezzecchi mengaku kecewa karena hasil tersebut mengakhiri peluang yang sebelumnya terbuka setelah penampilan kompetitif pada sesi-sesi sebelumnya. Namun, ia memilih tidak memperpanjang perselisihan dan ingin memusatkan perhatian pada balapan utama.
Saat ditanya mengenai tepuk tangan sinis Fernandez, Bezzecchi menganggap reaksi emosional setelah kecelakaan sebagai sesuatu yang bisa dipahami. Ia juga menanggapinya dengan nada bercanda ketika berbicara kepada media.
Perbedaan pandangan kedua pembalap itu membuat insiden di Tikungan 1 menjadi salah satu cerita paling panas dalam Sprint Race MotoGP Mandalika 2026.
Kejadian tersebut memperlihatkan bagaimana satu insiden di awal balapan dapat berdampak besar terhadap hasil kompetisi sekaligus memicu ketegangan di antara pembalap yang berada dalam satu pabrikan.
Fernandez merasa manuver Bezzecchi tidak tepat dan merugikan dirinya, sementara Bezzecchi menilai kejadian itu sebagai insiden balapan yang berlangsung dalam situasi sulit dan penuh persaingan.
Hingga laporan ini disusun, kedua pembalap memiliki penjelasan berbeda mengenai penyebab kecelakaan tersebut. Karena itu, penilaian mengenai tanggung jawab masing-masing perlu merujuk pada rekaman kejadian dan evaluasi pihak terkait, bukan hanya reaksi sesaat setelah insiden.
Kini, perhatian tertuju pada kondisi fisik Fernandez dan kemampuan kedua pembalap untuk kembali tampil kompetitif. Insiden yang semula berlangsung hanya dalam hitungan detik itu telah berkembang menjadi perbincangan besar di paddock MotoGP Mandalika.

