Surabaya – Di sebuah ruangan yang dipenuhi tawa dan jabat tangan hangat, waktu seolah berjalan mundur. Senin pagi, 19 Januari 2026, menjadi hari istimewa bagi ratusan insan yang pernah mengabdikan hidupnya di jalur rel dan deru lokomotif. Yayasan Pusaka mempertemukan kembali 312 senior KAI wilayah Daop 8 Surabaya dalam sebuah silaturahmi yang sarat makna, menghadirkan kenangan, harapan, dan semangat kebersamaan yang tak pernah padam.
Mereka datang dengan langkah yang mungkin tak lagi secepat dulu, namun sorot mata tetap memancarkan kebanggaan. Bagi para purnabhakti ini, kereta api bukan sekadar tempat bekerja, melainkan bagian dari perjalanan hidup. Di antara obrolan ringan dan kisah masa dinas, terjalin kembali persaudaraan yang telah lama terpatri.
Ketua Yayasan Pusaka, Jako Margono, menyambut para senior dengan penuh hormat. Dalam sambutannya ia menegaskan bahwa pengabdian mereka adalah fondasi kokoh bagi dunia perkeretaapian hari ini. Tanpa kerja keras generasi terdahulu, roda transportasi nasional tak akan melaju sejauh sekarang. Apresiasi itu terasa tulus, bukan sekadar seremonial, melainkan pengakuan atas jasa yang tak ternilai.
Suasana kian hidup ketika dr. Agus Ali Fausi mengajak peserta berbincang tentang kesehatan di usia senja. Dengan gaya bertutur yang hangat, ia mengingatkan bahwa menikmati masa pensiun membutuhkan tubuh dan jiwa yang terjaga. Pola hidup sehat, kebahagiaan batin, serta tetap merasa dibutuhkan menjadi kunci agar para senior terus produktif dan bersemangat.
Lebih dari sekadar pertemuan, silaturahmi ini menjelma menjadi ruang berbagi cerita. Ada yang mengenang dinas malam di stasiun kecil, ada pula yang berkisah tentang ketegangan mengawal perjalanan kereta jarak jauh. Semua menyatu dalam rasa syukur karena pernah menjadi bagian dari keluarga besar KAI.
Ketika acara berakhir, tak ada wajah yang pulang dengan hampa. Yang tersisa adalah keyakinan bahwa mereka tidak dilupakan. Yayasan Pusaka telah membuka pintu, merawat ingatan, dan menjaga martabat para pejuang rel agar tetap merasa berarti di sepanjang perjalanan hidupnya.(jit)





