Site icon jongjava.co

Tongkat Komando Berganti, Suyudi Ario Seto Disiapkan Gantikan Listyo Sigit

JAKARTA, jongjava.co — Tongkat komando Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memasuki babak baru. Komjen Pol. Suyudi Ario Seto ditetapkan sebagai calon Kapolri untuk menggantikan Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo yang mengakhiri masa jabatannya.

Pergantian tersebut diproses melalui mekanisme kelembagaan setelah Presiden Prabowo Subianto mengirimkan surat usulan pemberhentian dan pengangkatan Kapolri kepada DPR RI pada 30 September 2026.

Komisi III DPR RI kemudian menggelar uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test terhadap Suyudi Ario Seto pada Kamis (1/10/2026). Dalam proses tersebut, Komisi III DPR RI menyetujui Suyudi sebagai calon Kapolri secara aklamasi.

Persetujuan Komisi III selanjutnya menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan di DPR RI sebelum pengangkatan Kapolri baru.

Suyudi sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Dalam pemaparannya di hadapan Komisi III DPR RI, ia menyampaikan sejumlah agenda yang akan menjadi perhatian dalam memimpin Polri, termasuk penguatan keamanan, kepastian hukum, pemberantasan tindak pidana, serta peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Suyudi menegaskan bahwa Polri memiliki peran menjaga ruang aman bagi pembangunan, memberikan kepastian hukum, melindungi masyarakat, mencegah gangguan keamanan, dan melakukan penindakan terhadap tindak pidana sesuai kewenangan institusi.

Sementara itu, Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo tercatat telah memimpin Polri sejak Januari 2021. Berdasarkan catatan resmi Polri, Listyo Sigit dilantik sebagai Kapolri pada 27 Januari 2021.

Pergantian pucuk pimpinan Polri tersebut menjadi bagian dari dinamika kelembagaan dan perubahan kepemimpinan di tingkat nasional.

Dengan masuknya Suyudi Ario Seto sebagai calon Kapolri, perhatian publik selanjutnya tertuju pada arah kebijakan dan agenda pembenahan Polri di bawah kepemimpinan baru, termasuk respons institusi terhadap perkembangan teknologi, tuntutan pelayanan publik, serta penguatan reformasi internal.

Pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Bambang Rukminto, menyebut perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), serta reformasi kultur di tubuh Polri menjadi sejumlah tantangan yang perlu dihadapi Kapolri baru.

(Red)

Exit mobile version