Site icon jongjava.co

Wabup Melawi Malin  Tinjau Lokasi Karhutla, Pastikan Tidak Ada Lagi Titik Api

Oplus_131072

NANGA PINOH Poskota Online– Wakil Bupati Melawi, Malin, S.H., kembali turun langsung meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Jumat (28/8/2026). Kali ini peninjauan dilakukan di areal perkebunan PT. Satria Manunggal Sejahtera (SMS) di Desa Sungai Pinang, Kecamatan Pinoh Utara.

 

Peninjauan tersebut sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Melawi memastikan kondisi pascakebakaran benar-benar aman dan tidak terdapat lagi titik api yang berpotensi kembali menyala, sekaligus menjadi langkah monitoring langsung pemerintah daerah terhadap penanganan Karhutla di wilayah perusahaan perkebunan.

 

Dalam peninjauan tersebut, Wakil Bupati mengecek sejumlah titik yang sebelumnya terdampak kebakaran untuk memastikan api maupun bara yang berpotensi memicu kebakaran kembali telah benar-benar padam.

 

Wabup menegaskan, penanganan Karhutla tidak boleh berhenti setelah api berhasil dipadamkan. Penyisiran dan pemantauan pascakebakaran harus terus dilakukan, mengingat bara api masih dapat tersimpan dan kembali menyala, terutama dalam kondisi cuaca kering.

 

Hal tersebut sejalan dengan langkah penanganan Karhutla yang dilakukan BPBD Kabupaten Melawi bersama Satgas Gabungan melalui kegiatan mopping up atau penyisiran pascapemadaman guna memastikan bara api, termasuk yang berada di bawah permukaan tanah, benar-benar padam.

 

“Kita turun langsung untuk memastikan kondisi di lapangan. Jangan sampai kita menganggap api sudah padam, tetapi ternyata masih terdapat bara atau titik api yang kemudian kembali menyala. Karena itu harus benar-benar dipastikan sudah aman,” ujar Malin.

 

Selain memastikan kondisi lokasi, Wakil Bupati juga meminta pihak perusahaan meningkatkan kesiapsiagaan serta membenahi tata kelola perkebunan sebagai bagian dari upaya pencegahan Karhutla ke depan.

 

Menurutnya, perusahaan perkebunan memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan mengelola arealnya dengan baik, termasuk memastikan tersedianya sarana dan prasarana pengendalian kebakaran, akses yang memadai menuju lokasi rawan, sumber air, sekat bakar, serta personel yang siap bergerak apabila ditemukan titik api.

 

Wabup menekankan bahwa investasi di Kabupaten Melawi harus berjalan beriringan dengan kepatuhan terhadap ketentuan serta tanggung jawab menjaga lingkungan. Pemerintah daerah mendukung keberadaan dunia usaha yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan pembangunan daerah, namun perusahaan juga harus serius melakukan pencegahan terhadap potensi bencana.

 

Peninjauan PT SMS ini merupakan bagian dari perhatian serius Pemkab Melawi terhadap meningkatnya kejadian Karhutla. Sebelumnya, Wakil Bupati juga turun langsung meninjau kebakaran di areal perkebunan PT Rafi Kamajaya Abadi (RKA), Desa Nanga Kayan, Kecamatan Nanga Pinoh. Dalam peninjauan tersebut, ia turut menyoroti tata kelola kebun dan minimnya infrastruktur pendukung pengendalian Karhutla.

 

Malin mengingatkan seluruh perusahaan perkebunan, masyarakat, serta pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Pencegahan, menurutnya, harus menjadi prioritas karena dampak Karhutla tidak hanya terhadap lingkungan, tetapi juga kesehatan masyarakat dan aktivitas perekonomian.

 

“Kita tidak ingin kebakaran kembali terjadi atau meluas. Pemerintah, perusahaan, aparat, dan masyarakat harus sama-sama menjaga. Yang paling utama adalah pencegahan dan respon cepat ketika ditemukan titik api,” pungkasnya.

 

Pemkab Melawi akan terus melakukan pemantauan dan memperkuat koordinasi lintas sektor untuk memastikan penanganan Karhutla berjalan secara cepat, terpadu dan berkelanjutan.

 

Pemkab Melawi dalam hal ini meminta PT. SMS untuk segera mempercepat pembersihan seluruh areal perkebunan, terutama blok-blok yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

 

Perusahaan juga diminta memperkuat sistem deteksi dini, kesiapsiagaan personel, sarana pemadaman, serta pengawasan terhadap titik-titik rawan kebakaran.

 

Sementara itu, General Manager PT SMS, Hendra Pratama mengungkapkan, Pasca kebakaran, perusahaan mengaku akan meningkatkan langkah pencegahan, termasuk melakukan pembersihan gulma, rumput kering dan resam yang dinilai menjadi material mudah terbakar serta mempercepat penyebaran api

Nus

Exit mobile version