Pemalang, jongjava.co – Puluhan warga dari Dusun Gombong dan Dusun Karangtengah, Desa Warungpring, Kecamatan Warungpring, Kabupaten Pemalang, menggelar aksi demonstrasi menuntut perbaikan jembatan penghubung yang sudah rusak parah selama lebih dari tiga tahun. Aksi tersebut berlangsung pada Minggu (7/9/2025) di lokasi jembatan.
Dalam aksinya, warga meneriakkan tuntutan agar pemerintah desa segera turun tangan. Jembatan yang menjadi akses utama kedua dusun itu disebut sudah rusak sejak 2022, namun hingga kini belum kunjung diperbaiki.
“Kami melakukan ini karena sudah lebih dari 3 tahun jembatan penghubung rusak dan tidak ada tanggapan serius dari pemerintah desa,” kata Karto (48), salah satu warga yang ikut dalam aksi.
Senada dengan itu, Ragus (52) menegaskan warga siap menggelar aksi lebih besar jika tuntutan mereka tetap tidak digubris. “Kalau tetap tidak ada tanggapan, kami akan demo besar-besaran ke balai desa Warungpring. Kami juga akan minta izin ke dinas terkait. Jangan sampai menunggu ada korban jiwa dulu baru diperbaiki,” tegasnya.
Jembatan tersebut merupakan jalur vital yang menghubungkan dua dusun, mempermudah akses warga untuk bekerja, sekolah, maupun aktivitas ekonomi sehari-hari. Kondisi jembatan yang terus memburuk dikhawatirkan membahayakan keselamatan warga, terutama anak sekolah dan pengendara roda dua.
Ironisnya, saat aksi berlangsung, tidak ada satu pun perwakilan dari pemerintah desa yang hadir menemui warga. Hal ini semakin memicu kekecewaan warga yang merasa aspirasinya diabaikan.
“Kami kecewa. Saat kami menyampaikan aspirasi, tidak ada pemdes atau kepala desa yang hadir. Seolah-olah persoalan ini tidak dianggap penting,” ujar salah satu warga dengan nada kesal.
Warga berharap pemerintah desa maupun pemerintah kabupaten segera mengambil langkah nyata memperbaiki jembatan, mengingat fungsinya yang vital bagi mobilitas dan keselamatan masyarakat.(ramsus)





