Banjarnegara,jongjava.co– Momentum peringatan milad ke-5 Yayasan Kita Peduli Banjarnegara (YKPB) dimanfaatkan untuk memperkuat budaya kepedulian sosial di tengah masyarakat. Melalui rangkaian Safari Ramadan, yayasan tersebut mengajak publik untuk lebih menghargai peran para pemulung yang selama ini turut menjaga kebersihan lingkungan.
Kegiatan yang digelar di Pendapa Dipayudha Adigraha Banjarnegara, Minggu sore (8/3/2026), menghadirkan puluhan warga yang sehari-hari bekerja memilah sampah. Mereka mendapat apresiasi sebagai “pejuang lingkungan” yang berkontribusi dalam menjaga ekosistem kebersihan daerah.
Selain menjadi ajang silaturahmi dan buka puasa bersama, kegiatan tersebut juga diisi dengan penyerahan santunan serta paket kebutuhan rumah tangga kepada 50 pemulung yang hadir. Bantuan tersebut merupakan bentuk penghargaan atas peran mereka dalam mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Ketua YKPB, Musngadi, mengatakan bahwa mengundang para pemulung ke pusat pemerintahan kabupaten merupakan simbol penghormatan kepada profesi yang selama ini kerap dipandang sebelah mata.
“Bapak dan Ibu adalah pejuang kebersihan sekaligus pejuang keluarga. Di tengah keterbatasan ekonomi, panjenengan semua tetap memilih pekerjaan yang halal. Kami ingin masyarakat melihat bahwa pekerjaan memilah sampah memiliki nilai besar bagi lingkungan,” ujarnya.
Musngadi menambahkan, kegiatan tersebut juga bertujuan menumbuhkan kesadaran publik agar lebih peduli terhadap pengelolaan sampah sekaligus menghargai peran para pekerja sektor informal yang berkontribusi pada kebersihan kota.
Apresiasi juga disampaikan Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Banjarnegara, Tursiman, S.Sos., yang hadir mewakili bupati. Menurutnya, para pemulung memiliki peran penting dalam membantu pemerintah menekan volume sampah di TPA.
“Secara tidak langsung, Bapak dan Ibu telah berkontribusi dalam menjaga kebersihan daerah. Sampah yang awalnya dianggap sebagai masalah, di tangan panjenengan justru menjadi sumber rezeki sekaligus solusi bagi lingkungan,” kata Tursiman.
Ia berharap kegiatan sosial yang digagas YKPB dapat menginspirasi masyarakat untuk menumbuhkan budaya gotong royong dan kepedulian terhadap sesama, khususnya bagi kelompok masyarakat yang selama ini kurang mendapat perhatian.
Sejak berdiri pada 3 Maret 2019, YKPB yang berbasis di Kelurahan Petambakan terus mengembangkan berbagai program sosial. Hingga kini, yayasan tersebut telah memiliki sepuluh program unggulan yang menyasar bidang kemanusiaan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.
Di sektor hunian, YKPB telah melaksanakan program bedah rumah sebanyak 53 unit bagi warga kurang mampu dengan dukungan dana nonpemerintah. Pada bidang kesehatan dan sosial, yayasan juga melakukan pendampingan terhadap 146 pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), serta memberikan perhatian bagi penderita TBC, HIV/AIDS, dan penyintas kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Selain itu, YKPB menyediakan layanan pinjam pakai alat kesehatan secara gratis bagi masyarakat yang membutuhkan.
Komitmen terhadap generasi muda juga menjadi perhatian yayasan. Saat ini, YKPB membina 532 anak yatim dan piatu, di mana 431 anak di antaranya menerima santunan rutin bulanan melalui program Yayasan Atensi Perawatan Isyarat (YAPI) hingga usia 17 tahun.
Kegiatan milad tersebut juga dihadiri perwakilan Polres Banjarnegara, Kodim 0704/Banjarnegara, sejumlah organisasi perangkat daerah, serta Lurah Krandegan.
“Prinsip kami sederhana, ikhlas dan bermanfaat. Siapa pun yang memiliki niat, kesempatan, dan kesehatan, mari bergerak membantu sesama,” tambah Musngadi.
Rangkaian acara ditutup dengan tausiah dan doa bersama yang dipimpin Ahmad Zainuddin, pengasuh Pondok Pesantren Ashaabul Yaamin, dilanjutkan dengan buka puasa bersama di Pendapa Dipayudha Adigraha.





