Pembangunan Jalan Merden–Kali Tengah Segera Dimulai, Warga Sambut Antusias.

by
Biarpun jembatan penghubung belum tersentuh, pada bulan April 2026 ruas jalan Lawang Awu-Merden akan segera di kerjakan proyek rehabilitasinya.(dok/jongjava.co)

Banjarnegara,Jong Java.co– Pembangunan infrastruktur ruas jalan Merden–Kali Tengah, Kecamatan Purwonegoro, Kabupaten Banjarnegara segera dimulai. Proyek ini menelan anggaran sebesar Rp 8.833.715.000 yang bersumber dari PAPBD Kabupaten Banjarnegara Tahun Anggaran 2025, dan mulai direalisasikan pada April 2026.

Ruas jalan sepanjang kurang lebih 7 kilometer tersebut menjadi jalur alternatif yang menghubungkan wilayah Banjarnegara dengan Kecamatan Gombong, Kabupaten Kebumen. Selama ini, kondisi jalan diketahui mengalami kerusakan cukup parah karena usia konstruksi yang sudah lama serta tingginya aktivitas kendaraan, terutama angkutan pertambangan pasir silika (pasir putih).

Selain sebagai akses mobilitas warga, jalan ini juga memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga interaksi sosial masyarakat. Oleh karena itu, peningkatan kualitas jalan, termasuk pembangunan drainase untuk mengendalikan aliran air hujan, dinilai sangat mendesak. Namun demikian, masyarakat masih berharap adanya penambahan fasilitas penerangan jalan di masa mendatang.

Kepala Desa Merden, Sadar, saat ditemui di kantornya pada Kamis (30/4/2026), menyampaikan apresiasi atas realisasi pembangunan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Banjarnegara atas prioritas anggaran untuk peningkatan ruas jalan Merden–Lawang Awu. Ini sangat dinantikan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi peran para pemangku kebijakan, baik di tingkat pusat maupun daerah, termasuk Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana.

Sadar berharap seluruh pihak, mulai dari Kejaksaan, Kepolisian, Inspektorat, hingga insan pers, dapat ikut mengawasi jalannya proyek agar berjalan maksimal dan transparan.

Menurutnya, proyek ini sebenarnya telah direncanakan sejak tahun 2025. Namun, sempat tertunda akibat kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.

“Alhamdulillah, tahun ini bisa direalisasikan. Semoga membawa manfaat besar bagi masyarakat, khususnya dalam memperlancar aktivitas ekonomi,” tambahnya.

Terkait teknis pelaksanaan, Sadar menjelaskan bahwa pekerjaan telah diawali dengan proses pengukuran titik-titik yang membutuhkan perbaikan, termasuk penentuan lokasi agregat, talud, dan drainase. Untuk pembangunan jembatan, dipastikan tidak termasuk dalam proyek ini, namun perbaikan sanitasi tetap menjadi bagian pekerjaan.

Ia juga mengingatkan bahwa proses pengerjaan akan berdampak pada aktivitas angkutan tambang, mengingat kondisi jalan yang sempit.

“Pasti akan ada gangguan, mungkin ada waktu-waktu tertentu aktivitas tambang harus berhenti sementara,” jelasnya.

Koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk paguyuban angkutan pasir putih, juga telah dilakukan. Rencananya, pihak kontraktor dari CV Samdo Esa akan melakukan sosialisasi kepada para pelaku usaha angkutan agar proses pembangunan dapat berjalan lancar.

Sadar juga menyoroti salah satu penyebab cepat rusaknya jalan, yakni kendaraan dengan muatan berlebih yang tidak sesuai standar kelas jalan.

Adapun rencana konstruksi jalan akan dilakukan dengan sistem pengaspalan berlapis, diawali dengan perbaikan pada titik-titik yang membutuhkan agregat, sebelum dilanjutkan ke tahap pelapisan berikutnya.

“Informasinya ada tiga lapis pengerjaan, dimulai dari agregat hingga pengaspalan,” pungkasnya.(Tim Red)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *