Mudik Gratis untuk Warga Perantau, Dishub Banjarnegara Siapkan 14 Bus dan Perkuat Pengamanan Arus Lebaran 2026.

by
Foto: Salah satu terminal transit di Desa Binorong, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara.(Dok.Jong java.co)

Banjarnegara,jongjava.id– Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Banjarnegara menyiapkan berbagai langkah pelayanan bagi masyarakat menjelang arus mudik Lebaran 2026 atau Idulfitri 1447 Hijriah. Selain program mudik gratis bagi para perantau, pemerintah daerah juga memperkuat pengamanan lalu lintas, perbaikan infrastruktur jalan, hingga peningkatan fasilitas keselamatan di sejumlah jalur strategis.

Kepala Dinas Perhubungan Banjarnegara, Mohamad Ikbal, mengatakan program mudik gratis menjadi salah satu bentuk pelayanan sosial pemerintah daerah bagi warga Banjarnegara yang merantau, khususnya di wilayah Jabodetabek dan Bandung.

Program tersebut dijadwalkan berangkat pada 16 Maret 2026 dari kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.

“Untuk pemudik dari Jabodetabek kami menyiapkan 12 unit bus dengan kapasitas sekitar 50 penumpang per bus, sehingga totalnya sekitar 600 orang. Selain itu, ada tambahan dua bus dari Bandung yang merupakan dukungan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Banjarnegara,” ujar Ikbal, Selasa (10/3/2026).

Ia menjelaskan, program ini diprioritaskan bagi warga Banjarnegara yang bekerja di sektor informal dengan penghasilan terbatas, seperti pedagang asongan, pekerja rumah tangga, hingga penyandang disabilitas. Pendaftaran dilakukan melalui paguyuban masyarakat Banjarnegara yang berada di wilayah Jabodetabek dan Bandung.

Menurutnya, kuota mudik gratis saat ini telah terpenuhi sehingga Dishub kini memfokuskan perhatian pada kesiapan teknis keberangkatan serta pelayanan bagi para pemudik.

Selain menyiapkan transportasi, Dishub Banjarnegara juga melakukan koordinasi lintas sektor guna memastikan kelancaran arus mudik dan balik Lebaran. Rapat koordinasi tersebut melibatkan sejumlah instansi terkait, seperti Dinas Pekerjaan Umum, kepolisian, serta lembaga teknis lainnya.

Upaya perbaikan infrastruktur jalan juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Penanganan jalan berlubang dilakukan secara bertahap oleh pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, serta satuan kerja Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang menangani ruas jalan nasional dari Susukan hingga Tunggoro.

Dalam pengamanan lalu lintas, Dishub juga bersinergi dengan Satuan Lalu Lintas Polres Banjarnegara dengan menyiapkan sejumlah posko pelayanan dan pengamanan di titik-titik strategis. Posko tersebut antara lain berada di Klampok, Mandiraja, Terminal Banjarnegara, Singamerta, serta posko terpadu di kawasan Alun-alun Banjarnegara.

Dishub juga melakukan perawatan dan penggantian lampu penerangan jalan umum (PJU) di sejumlah jalur utama. Perbaikan dilakukan di ruas Klampok–Susukan, Klampok menuju pusat Kota Banjarnegara, hingga jalur wisata seperti Wanayasa–Karangkobar dan kawasan Dieng.

Selain itu, perbaikan penerangan juga menyasar jalur menuju pusat keramaian seperti Banjarmangu, Wanadadi, Rakit, Madukara, hingga Singamerta guna meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan selama musim mudik.

Untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan selama libur Lebaran, Dishub juga berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata, kepolisian, TNI, serta dinas kesehatan dalam pengamanan kawasan wisata, terutama di wilayah Dieng yang menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan.

Sebagai bagian dari upaya memberikan informasi kepada pemudik, Dishub telah memasang sejumlah rambu serta banner petunjuk arah di berbagai persimpangan jalan. Informasi tersebut juga mencakup jalur alternatif menuju Dieng, menyusul adanya jalan yang terputus di wilayah Pejawaran.

Di sisi lain, pemeriksaan kelaikan kendaraan atau ramp check juga dilakukan secara terpadu bersama kepolisian dan dinas kesehatan di terminal, khususnya di Terminal Banjarnegara. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kendaraan angkutan umum dalam kondisi layak beroperasi selama masa mudik.

Ikbal mengimbau para pemudik untuk selalu mengutamakan keselamatan selama perjalanan dengan memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik serta tidak memaksakan diri saat merasa lelah.

“Kami mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan posko pelayanan maupun rest area yang tersedia di sepanjang jalur mudik. Perjalanan mungkin sedikit tertunda, tetapi keselamatan harus menjadi prioritas utama,” katanya.

Ia juga menyarankan agar masyarakat melakukan perjalanan pada siang hari guna meminimalkan risiko kecelakaan serta mempermudah penanganan jika terjadi kendala di perjalanan, terlebih kondisi cuaca di sejumlah wilayah masih berpotensi hujan ekstrem.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *