
KETAPANG, Polda Kalbar Poskota Online– Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dilakukan jajaran Polres Ketapang bersama unsur terkait. Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris, S.H., S.I.K., M.I.K., CPHR., memimpin langsung pemadaman kebakaran lahan di RT 06 Desa Kuala Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, Kabupaten Ketapang, Sabtu (29/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Ketapang didampingi Wakapolres Ketapang Kompol Hoerrudin, S.I.K., M.H., Kapolsek Matan Hilir Utara IPTU Ruswanto, S.H., beserta personel Polsek Matan Hilir Utara. Pemadaman juga melibatkan personel BKO Brimob, Satpol PP, Manggala Agni, KTPA Kuala Satong serta masyarakat setempat.
Polres Ketapang turut menerjunkan langsung satu unit mobil Water Cannon untuk membantu proses pemadaman. Penggunaan kendaraan tersebut dilakukan sebagai langkah mengatasi kendala sumber air yang minim, khususnya pada lokasi lahan yang sulit mendapatkan akses air sehingga proses pemadaman membutuhkan upaya dan sarana tambahan.
Kebakaran lahan tersebut diperkirakan melanda sekitar tiga hektare dengan vegetasi berupa pohon paku, ilalang dan semak belukar. Kondisi lahan yang terdapat gambut tipis, ditambah cuaca panas dan angin kencang, membuat api mudah menyebar serta menyulitkan petugas dalam melakukan pemadaman secara menyeluruh.
Kapolres Ketapang bersama seluruh personel gabungan turun langsung melakukan pemadaman dan pendinginan di sejumlah titik. Petugas juga melakukan penyisiran untuk memastikan bara api dan titik panas dapat dikendalikan sehingga tidak kembali membesar maupun merambat ke lahan lainnya.
Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris menegaskan bahwa penanganan Karhutla akan terus dilakukan secara cepat dan terpadu dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia. “Kami akan terus bergerak cepat menangani setiap titik Karhutla. Ketika sumber air menjadi kendala, kami mengerahkan sarana yang ada, termasuk Water Cannon, untuk membantu mempercepat proses pemadaman,” tegasnya.
Kapolres juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya Karhutla dengan tidak melakukan pembakaran lahan. Masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api kepada pihak berwenang agar dapat ditangani sedini mungkin, sehingga kebakaran tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.





Leave a Reply