Konsulat Malaysia di Pontianak Pamit, Kenang Keakraban Dengan Kota Khatulistiwa

by -1 Views
Oplus_131072

Edi Kamtono Nilai Peran Konsulat Malaysia di Pontianak Sangat Strategis

PONTIANAK Poskota Online Konsul Malaysia di Pontianak, Azizul Zekri, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya kepada Pemerintah Kota Pontianak dan masyarakat Kalimantan Barat menjelang berakhirnya masa tugasnya di Kota Pontianak.

Selama hampir lima tahun bertugas sejak November 2021, Azizul mengaku memiliki banyak kenangan dan pengalaman berharga, terutama dalam mempererat hubungan kerja sama antara Malaysia dan Kota Pontianak di berbagai bidang.

“Pemerintah Kota Pontianak telah banyak memberikan kerja sama, bantuan, dan memfasilitasi hubungan bilateral antara Malaysia dan Kota Pontianak. Banyak program yang telah kita laksanakan bersama, mulai dari promosi pariwisata, kuliner, pendidikan, hingga kegiatan kemasyarakatan,” ujarnya usai berpamitan dengan Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono di Ruang VIP Wali Kota, Selasa (14/7/2026).

Ia menuturkan, berbagai kunjungan muhibah dan kunjungan balasan juga telah dilakukan selama masa tugasnya, baik dari Pontianak ke Kuching maupun ke Labuan. Ke depan, kerja sama tersebut diharapkan terus berlanjut, termasuk melalui kegiatan promosi budaya dan ekonomi seperti Borneo International Halal Showcase di Kuching yang direncanakan turut melibatkan partisipasi dari Kota Pontianak.

Lebih dari sekadar hubungan diplomatik, Azizul mengaku memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat Pontianak. Keramahan warga, kekayaan budaya, serta ragam kuliner khas menjadi kesan mendalam yang akan selalu dikenangnya.

“Pontianak sangat dekat di hati saya. Masyarakatnya ramah dan saya merasa seperti berada di tengah keluarga sendiri,” katanya.

Menurutnya, kedekatan itu terjalin melalui berbagai aktivitas sosial dan keagamaan yang diikutinya selama bertugas, termasuk menghadiri kegiatan pengajian bersama sejumlah komunitas di Pontianak.

“Saya menganggap masyarakat di sini sebagai keluarga saya sendiri. Saya banyak mengikuti kegiatan kemasyarakatan dan pengajian bersama komunitas yang ada di Pontianak,” ungkapnya.

Meski masa tugasnya telah berakhir, Azizul memastikan dirinya akan kembali mengunjungi Kota Pontianak di masa mendatang. Ia mengaku memiliki hubungan yang erat dengan masyarakat maupun jajaran Pemerintah Kota Pontianak.

“Saya pasti akan kembali lagi ke Pontianak. Kedekatan yang telah terjalin dengan masyarakat, Pemerintah Kota Pontianak, dan Bapak Wali Kota Edi Kamtono menjadi kenangan yang sangat berarti bagi saya,” tuturnya.

Azizul berharap hubungan persahabatan dan kerja sama antara Malaysia, khususnya Sarawak, dengan Kota Pontianak dapat terus terjalin dan semakin berkembang di berbagai sektor pada masa mendatang.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan apresiasi atas kontribusi Konsul Malaysia di Pontianak, Azizul Zekri yang telah menyelesaikan masa tugasnya selama lima tahun di Kota Pontianak.

Menurut Edi, keberadaan Konsulat Malaysia di Pontianak memiliki peran yang sangat strategis, tidak hanya bagi Kota Pontianak dan Provinsi Kalimantan Barat, tetapi juga untuk seluruh wilayah Kalimantan mengingat kedekatan geografis dan hubungan sosial budaya yang terjalin erat dengan negara bagian Sarawak, Malaysia.

“Hubungan Kalimantan Barat dengan Sarawak sudah seperti keluarga. Selain karena wilayah perbatasan yang sangat panjang, kita juga memiliki banyak kesamaan, baik dari sisi budaya maupun suku, seperti Melayu dan Dayak,” imbuhnya.

Edi menuturkan, selama bertugas di Pontianak, Konsul Malaysia Azizul dinilai sangat komunikatif dan terbuka dalam membangun berbagai kerja sama yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.

Ia menyebut sejumlah bentuk kerja sama yang telah terjalin, mulai dari sektor perdagangan, pendidikan, kesehatan hingga pengembangan sumber daya manusia. Bahkan saat pandemi COVID-19 melanda, Malaysia melalui Sarawak turut memberikan bantuan oksigen bagi Kalimantan Barat.

“Pada masa pandemi, kita sempat mendapatkan bantuan oksigen melalui beberapa mobil tangki. Hingga saat ini, pasokan listrik dari Sarawak juga masih berlangsung,” ungkapnya.

Selain itu, hubungan perdagangan dan ekspor antara Kalimantan Barat dan Malaysia juga terus berkembang. Produk-produk unggulan daerah, seperti kopi dan beras, turut mendapatkan dukungan promosi melalui berbagai kegiatan yang difasilitasi Konsulat Malaysia.

Edi menambahkan, berbagai kegiatan budaya dan kuliner yang digelar setiap tahun juga menjadi sarana mempererat hubungan kedua wilayah, termasuk promosi kuliner khas Malaysia seperti teh tarik dan makanannya.

Atas berakhirnya masa tugas Azizul di Pontianak, Edi mengaku merasa kehilangan sosok diplomat yang dinilainya rendah hati dan memiliki kedekatan dengan pemerintah daerah di Kalimantan Barat.

“Kami merasa kehilangan karena beliau sangat humble dan mudah berkomunikasi. Setiap ada peluang kerja sama yang menguntungkan kedua pihak, beliau selalu memberikan dukungan,” katanya.

Ia berharap hubungan baik yang telah terjalin selama ini dapat terus dilanjutkan dan semakin diperkuat pada masa mendatang demi mendorong kemajuan bersama antara Kalimantan Barat dan Sarawak.

Hasnan

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *