BANJARNEGARA, poskota.online – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah, menggelar debat publik kedua Pilkada 2024 di Hotel Surya Yudha Sport Center Banjarnegara pada Kamis (14/11) dengan tema “Tata Kelola Pemerintah yang baik”. Setelah sukses dengan debat pertama pada 31 Oktober lalu yang mengangkat tema “Pembangunan, Pemberdayaan Ekonomi, dan Kelestarian Lingkungan.” Debat kedua yang dilaksanakan Kamis ini akan fokus pada tema “Tata Kelola Pemerintahan yang Baik.”
Melalui tema ini, KPU berharap kedua pasangan calon dapat memperjelas rencana mereka dalam meningkatkan tata kelola pemerintahan di Banjarnegara. Ketua KPU Kabupaten Banjarnegara Muh Syarif SW di Banjarnegara, Kamis, mengatakan debat ini merupakan tahapan kedua ini wajib dari Pilkada yang harus diikuti oleh seluruh pasangan calon (paslon).
“Sehingga harapannya debat ini bisa menjadikan acuan panduan, masyarakat untuk mencoblos memilih lebih cerdas dan dapat memilih pasangan calonnya sesuai dengan pilihannya masing-masing,” ujarnya. Saat berpidato ketua KPU juga menghimbau agar perbedaan pilihan tidak menjadikan perpecahan.” Pilkada adalah sara integrase untuk memilik kepemimpinan dalam melanjutkan pembangunan demi Banjarnegara, gilar-gilar, jangan sampai menjadikan perpecahan perbedaan adalah anugerah untuk melakukan pembangunan, seduluran saklawase,” tegasnya
Dalam kegiatan ini, kedua Paslon Bupati dan Wakil Bupati Banjarnegara menyampaikan sejumlah programnya visi misi sesuai tema tata kelola pemerintah yang baik, pelayanan public, desa digitalisasi dan pelayanan terhadap warga disabilitas tidak ada perbedaan dalam pemerintahan yang clear and clean.
Pada acara debat tersebut, Paslon nomor urut 1, dr Buga Wijiseno berpasangan dengan Fahmi Umar Irawan, menyampaikan visi misi dan program kerjanya pada debat publik kedua itu. Visi mereka adalah ‘Banjarnegara Kuat ekonomi Sehat”, dengan menyoroti tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik di Kabupaten Banjarnegara tanpa membeda-bedakan. “Dalam acuan ini maka ke bawahnya tetap mengacu pada perencanaan dari atas kemudian juga perencanaan dari bawah sehingga mendapatkan sinergitas yang baik, memadai sehingga bisa mendapatkan pemerintahan yang transparan, informatif, elektabilitas efektif kreatif tanpa adanya perbedaan termasuk pelayanan Kepada warga disabilitas akan difasilitasi ,” kata Bugar Wijiseno.
Bugar juga menambahi pelayanan publik di Kabupaten Banjarnegara akan berhasil jika inputnya baik sehingga output akan baik pula. Ia menambahkan terkait perencanaan selain dari jenjang birokrasi dari atas juga melalui rapat kerja di desa atau di kecamatan sampai di kabupaten untuk melahirkan konsep-konsep yang baik dalam menata layanan public dengan mengadakan rumah pengaduan masalah di setiap Kecamatan ada 20 rumah pengaduan.
“Dengan adanya rumah masalah supaya masyarakat Banjarnegara bias memetakan permasalahan sehingga Banjarnegara sehat, ekonomi kuat dapat diwujudkan dengan mendapatkan pelayanan yang lebih baik terutama untuk para penggerak UMKM sehingga dapat meningkatkan indeks prestasi dalam peningkatan ekonomi untuk lima tahun pemerintahan ke depan dan umkm menjadi pilar soko guru pembangunan ditingkat desa dan perkotaan,” katanya.
Kemudian Paslon nomor urut 2, dr Amelia Desiana dan H Wakhid Jumali memaparkan visinya yaitu ‘Perubahan dan Perbaikan menata pemerintahan yang lebih baik dan Banjarnegara Maju Alus dalane Mulus rejekine’, serta menyampaikan misi dan program kerjanya.Amelia mengatakan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik maka perlu ada analisis terhadap jabatan dan ujian kompetensi SDM Birokrasi dalam pelayanan public sebelum menempatkan orang pada jabatan-jabatan tertentu sesuai keahlianya.
“Dengan demikian kita tempatkan orang secara profesional di bidangnya masing-masing sehingga kita bisa mendapatkan output yaitu pelayanan publik yang baik. Kemudian penempatan jabatan di tingkat dinas bidang kecamatan ini kami perlu perbaikan karena kami menilai pemerintahan sebelumnya sudah baik dan kedepanya agar pelayanan pemerintahan di Kabupaten Banjarnegara lebih baik,” kata Amelia Desiana .
Calon Wakil Bupati Banjarnegara Wakhid Jumali Pembangunan kedepan jika paslon dikasih amanah untuk memimpin kedepanya mengatakan jika mereka terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati maka pelayanan publik dan sistem pemerintahan akan diperbaiki agar lebih baik dengan membangun lilin-lilin dari desa sehingga akan menciptakan desa -desa digital sebagai potret kemajuan kedepan. Mereka juga akan menata pemerintahan yang bersih khususnya dari pelayanan pembangunan-pembangunan didesa digencarkan dengan mengaktifkan BUMDes.
“Jika Tuhan izin kami jadi Bupati dan Wakil Bupati terpilih maka kami akan membangun dari tingkat desa dengan menciptakan beberapa lilin-lilin desa yang bersinar sehingga kedepanya Pembangunan Banjarnegara maju bersinah Dan pelayanan publik ini akan mengutamakan kepentingan dan kebermanfatan banyak ,” katanya. Kedua paslon lantas mengajak semua pihak menyukseskan Pilkada di Banjarnegara dalam damai dan aman. Kedua paslon juga mengajak masyarakat pada 27 November 2024 agar memilih pasangan yang dijagokannya.

Suasana debat kedua pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Banjarnegara berlangsung panas di sekitar Halaman Hotel pintu masuk ruang debat. Sempat terjadi adu jotos antar pendukung baik di dalam ruang debat maupun di luar gedung. Kejadian ini bermula saat kedua pendukung menyanyikan yel-yel. Kemudian terjadi saling dorong hingga adu jotos. Beruntung petugas langsung datang untuk melerai sehingga tidak sampai mengganggu jalannya debat (One)
Facebook Comments Box





