Pemkot Pontianak Tata Parit Tokaya

by -9 Views
Oplus_131072

PONTIANAK Poskota Online – Pemerintah Kota Pontianak menata Parit Tokaya agar fungsi drainase kawasan tersebut kembali optimal. Penataan dilakukan mulai dari pembersihan, normalisasi, evaluasi jembatan penghambat, hingga penertiban sempadan parit.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, Pemkot Pontianak berkomitmen menjaga parit-parit yang ada agar tetap berfungsi baik. Parit Tokaya menjadi salah satu perhatian karena merupakan parit primer dengan cakupan aliran atau catchment area yang cukup luas.

“Ada beberapa jembatan yang akan kita bongkar. Jadi nanti kalau hujan tidak ada hambatan, air dan alat amfibi kita bisa melakukan perawatan secara rutin,” ujarnya saat meninjau proses penataan, Jumat (7/8/2026).

Selain membongkar sebagian jembatan, Pemkot Pontianak juga akan menata ulang beberapa jembatan lain yang berada di atas parit. Edi mengajak masyarakat ikut menjaga Parit Tokaya dari sampah. Menurutnya, sampah menjadi salah satu penyebab utama parit tidak berfungsi maksimal. Karena itu, Pemkot Pontianak akan memperbanyak tempat sampah dan memperkuat penataan kawasan sepanjang parit.

“Kami berharap warga Kota Pontianak sama-sama menjaga kota ini dari tidak berfungsinya parit karena sampah,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pemkot Pontianak juga akan meninjau ulang garis sempadan parit dan menertibkan bangunan yang berada di sepanjang kawasan tersebut hingga ke Sungai Kapuas. Penataan sempadan menjadi penting agar parit memiliki ruang yang cukup untuk aliran air dan perawatan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pontianak Firayanta mengatakan, Parit Tokaya akan menjadi fokus penanganan dalam satu hingga dua tahun ke depan. PUPR akan melakukan pembersihan, normalisasi, serta evaluasi terhadap jembatan-jembatan yang berpotensi menghambat aliran air. Dalam beberapa hari terakhir PUPR telah melakukan penanganan di kawasan Parit Tokaya. Beberapa hambatan juga sudah dibongkar agar ekskavator amfibi dapat beroperasi lebih maksimal.

“Ke depan nanti kita siapkan tempat untuk alat kita bisa mudah turun-naik dan beroperasi, sehingga tidak terhambat oleh jembatan-jembatan yang sebelumnya sudah terbangun,” jelasnya.

Firayanta menambahkan, PUPR juga akan meninjau kembali garis sempadan sungai atau GSS di kawasan Parit Tokaya. Setelah ditetapkan, batas sempadan akan disosialisasikan kepada masyarakat sekitar.

“Kalau GSS-nya dua meter, berarti batas terakhir bangunan yang boleh diizinkan berada di jarak dua meter. Itu harus bebas bangunan,” ujarnya.

Ia menerangkan, penerapan GSS penting untuk memastikan adanya ruang perawatan parit. Area sempadan dapat difungsikan sebagai jalan inspeksi, jalur pemeliharaan, ruang penghijauan, tempat sampah, serta elemen penataan lain yang tidak mengganggu fungsi parit. Firayanta berharap penataan Parit Tokaya dapat mengubah cara pandang masyarakat terhadap parit. Jika selama ini parit kerap dianggap sebagai bagian belakang permukiman, ke depan parit diharapkan menjadi bagian depan lingkungan yang bersih, terawat, dan nyaman.

“Kita berharap ini bisa menjadi bagian muka dari rumah masyarakat di sekitar sini. Kalau paritnya terawat dan airnya bersih, ini bisa menjadi ikon dan masyarakat senang berada di pinggir parit,” ungkapnya.

Ia mengajak masyarakat sekitar ikut mendukung penataan dengan tidak membuang sampah ke parit, menjaga kebersihan lingkungan, serta bergotong royong membersihkan rumput dan sampah kecil di sekitar parit.

“Secara berkala nanti kita bersama kecamatan, kelurahan, dinas teknis, dan masyarakat akan membersihkan parit dan lingkungan di sekitar Parit Tokaya,” pungkasnya.

Hasnan

Facebook Comments Box