JONGJAVA.CO.BANJARNEGARA — Wujud kepedulian terhadap masa depan moral bangsa kembali ditunjukkan oleh PT BPR BKK Mandiraja (Perseroda). Melalui sinergi bersama pemerintah daerah dan dunia pendidikan, bank milik daerah ini memberikan dukungan penuh pada program penanaman karakter antikorupsi bagi pelajar di Kabupaten Banjarnegara.
Langkah kolaboratif ini melibatkan Inspektorat Daerah, Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Banjarnegara, serta dunia usaha. Seluruh rangkaian kegiatan penguatan integritas peserta didik yang mengusung tema Banjarnegara Muda “Berani Jujur, Hebat Masa Depan” tersebut dipusatkan di GOR SMP Negeri 1 Mandiraja Kamis (23/7/2026) lalu.
Plt Direktur Utama PT BPR BKK Mandiraja (Perseroda), D. Triristanto Budiono, SE, M.Si, menegaskan komitmen lembaganya dalam mengawal gerakan pembentukan budaya antikorupsi di lingkungan sekolah sejak dini.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini dengan memberikan puluhan paket alat tulis untuk siswa dan guru. Harapannya, bantuan ini dapat memberikan motivasi tambahan bagi para siswa untuk giat belajar, sekaligus menanamkan nilai-nilai integritas, kejujuran, dan semangat antikorupsi sejak bangku sekolah,” ujar Triristanto.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa gerakan moral ini sejalan dengan komitmen internal perusahaan. Saat ini, BPR BKK Mandiraja secara konsisten melakukan pembenahan dan pembersihan di internal manajemen maupun jajaran karyawan. Langkah tegas ini diambil guna memastikan perusahaan tetap menjunjung tinggi profesionalisme serta integritas, sehingga senantiasa menjadi bank kebanggaan dan primadona masyarakat Banjarnegara.
Kepala SMP Negeri 1 Mandiraja, Bambang Kuseno, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas terpilihnya sekolah yang ia pimpin sebagai salah satu pilot project Sekolah Berintegritas di Kabupaten Banjarnegara, berdampingan dengan SD Negeri 1 Banjarnegara untuk tingkat dasar.
“Pembentukan budaya integritas bukanlah kegiatan instan, melainkan proses berkelanjutan. Hari ini menjadi momen penting penguatan internalisasi nilai-nilai tersebut bagi siswa kami, khususnya kelas 9. Harapannya, setelah lulus nanti, mereka membawa karakter berintegritas ini ke jenjang sekolah berikutnya,” tutur Bambang

Sementara itu, Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Banjarnegara, Yusuf Agung Prabowo, menekankan bahwa program penanaman karakter ini berpijak pada landasan hukum yang kuat, serta berfokus pada praktik nyata seperti kejujuran, kemandirian, dan keberanian berbuat kebaikan.
Inspektur Kabupaten Banjarnegara, Agung Yusianto, menambahkan bahwa penyampaian materi dikemas secara komunikatif melalui dialog interaktif agar mudah dicerna siswa. Konsep Sekolah Berintegritas ini juga merangkul seluruh pemangku kepentingan—mulai dari guru, kepala sekolah, komite, hingga orang tua—di mana pihak sekolah turut membuktikannya lewat transparansi pengelolaan anggaran.
Perwakilan Bidang Pengawas Internal GNPK-RI Kabupaten Banjarnegara, Rahman Hidayat Nilam, turut mengingatkan pentingnya menumbuhkan keberanian menyampaikan masukan secara konstruktif dan beretika yang didukung data valid demi mencegah potensi penyimpangan sejak dini.(* Yudha)







