
BANJARNEGARA, JongJava.co – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Banjarnegara tengah memfokuskan revitalisasi menyeluruh di objek wisata Telaga Merdada, Dieng.
Revitalisasi dilakukan untuk mengembalikan fungsi ekologis sekaligus mendongkrak kembali daya tarik wisata Telaga Merdada yang saat ini sebagian besar permukaannya tertutup gulma enceng gondok.
Kepala Disparbud Kabupaten Banjarnegara, Tursiman S.Sos., mengatakan kondisi permukaan telaga yang hampir tertutup gulma berdampak terhadap menurunnya jumlah kunjungan wisatawan.
Selain persoalan gulma, musim kemarau panjang juga menyebabkan volume air telaga menyusut hingga sekitar 60–70 persen. Kondisi tersebut dipengaruhi penguapan serta pemanfaatan air oleh para petani setempat.
“Proses kami saat ini fokus pada pembersihan telaga agar kembali menjadi destinasi yang mengusung konsep wisata alam, telaga, dan konservasi,” ujar Tursiman, Senin (21/9/2026).
Bersihkan Gulma dengan Ekskavator dan Ponton
Dalam proses revitalisasi, Disparbud Banjarnegara berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Balai Wilayah Sungai (BWS) Serayu Opak dan Kementerian Pekerjaan Umum.
Penanganan Telaga Merdada tidak hanya berkaitan dengan sektor pariwisata. Telaga tersebut juga memiliki fungsi penting sebagai sumber air bersih bagi masyarakat Desa Karangtengah dan wilayah sekitarnya serta mendukung kebutuhan irigasi pertanian.
Karena itu, penataan tata air menjadi salah satu perhatian pemerintah. Termasuk penataan pipa-pipa pompa milik warga agar keberadaannya tidak mengganggu fungsi maupun estetika kawasan wisata.
Untuk menangani pertumbuhan gulma yang cukup masif, pemerintah daerah menganggarkan penyewaan alat berat berupa ekskavator dan ponton melalui anggaran perubahan tahun ini.
Pembersihan nantinya juga melibatkan kelompok masyarakat setempat, di antaranya komunitas Al-Ikhlas. Keterlibatan masyarakat diharapkan membantu proses mobilisasi gulma hasil pembersihan menuju titik-titik disposal yang telah disiapkan.
Infrastruktur Wisata Ikut Dibenahi
Revitalisasi Telaga Merdada tidak berhenti pada pembersihan permukaan telaga. Disparbud juga melakukan pembenahan terhadap berbagai sarana dan prasarana pendukung pariwisata.
Sejumlah fasilitas yang menjadi perhatian meliputi infrastruktur dasar seperti area parkir, serta amenitas berupa gazebo, musala, dan toilet.
Akses jalan lingkar atau walking track di kawasan telaga juga masuk dalam penataan agar wisatawan dapat menikmati kawasan dengan lebih nyaman.
Dari sisi lanskap, Disparbud menggelar gerakan penanaman bunga secara serempak bertajuk “Bunga Pancawarna”. Program tersebut diarahkan untuk mempercantik lingkungan sekaligus memperkuat karakter kawasan wisata Telaga Merdada.
Sementara untuk spot tematik, Pohon Cemeti tetap dimaksimalkan sebagai salah satu ikon dan daya tarik swafoto yang telah melekat dengan Telaga Merdada.
Amfiteater hingga Ground Camping
Pengembangan juga diarahkan pada fasilitas pendukung aktivitas wisata.
Disparbud berencana memanfaatkan amfiteater sebagai ruang pertunjukan seni dan budaya. Selain itu, area ground camping juga dikembangkan melalui kerja sama dengan komunitas terkait.
Komunitas Jeep wisata turut dilibatkan dalam upaya menghidupkan kembali aktivitas ekonomi di kawasan tersebut, termasuk membantu menggerakkan kembali kios-kios pedagang lokal.
Konsep tersebut diharapkan membuat Telaga Merdada tidak hanya menjadi tempat menikmati pemandangan alam, tetapi juga memiliki aktivitas wisata yang dapat memperpanjang waktu kunjungan wisatawan.
Menghidupkan Kembali Daya Tarik Merdada
Meski proses revitalisasi menghadapi sejumlah tantangan, Disparbud Banjarnegara optimistis pembenahan yang dilakukan secara bertahap dapat mengembalikan daya tarik Telaga Merdada.
Salah satu kendala yang dihadapi adalah keterbatasan personel UPT di lapangan. Selain itu, material lumpur dari ruas jalan di atas kawasan telaga juga menjadi persoalan tersendiri, terutama ketika musim hujan.
Namun, berbagai pembenahan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menghadirkan kembali wajah Telaga Merdada sebagai destinasi wisata alam yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga tetap memperhatikan fungsi ekologis dan kebutuhan masyarakat sekitar.
Dengan konsep wisata alam, konservasi, aktivitas budaya, serta dukungan fasilitas yang semakin tertata, Telaga Merdada diharapkan kembali menjadi salah satu tujuan wisata unggulan di kawasan Dieng dan mampu menarik wisatawan lokal maupun mancanegara secara berkelanjutan.





Leave a Reply