PONTIANAK Poskota Online– Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah, yayasan, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas pendidikan berbasis Al-Qur’an dan hadis. Menurutnya, pendidikan keagamaan memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang berakhlak, beriman, dan siap menjadi aset masa depan daerah.
“Generasi muda ini menjadi aset kita, aset bangsa. Apalagi pendidikan ini berbasis Al-Qur’an dan hadis. Kita ingin membentuk generasi yang Qurani dan Islami,” ujarnya usai peresmian kantor baru Yayasan Al-Ikhwah Pontianak, Sabtu (8/8/2026).
Edi menyampaikan apresiasi kepada yayasan, jajaran sekolah, para guru, serta seluruh pihak yang selama ini berkontribusi dalam penyelenggaraan pendidikan Islam di Kota Pontianak. Menurutnya, pemerintah tidak bisa berjalan sendiri dalam membangun kualitas pendidikan. Kolaborasi menjadi kunci karena setiap pihak memiliki peran masing-masing, baik dalam peningkatan mutu pengajaran, lingkungan belajar, sarana prasarana, maupun pembinaan karakter peserta didik.
“Oleh sebab itu, pemerintah bersama yayasan dan masyarakat harus terus berkolaborasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan, pengajaran, lingkungan, dan seterusnya,” katanya.
Edi menilai keberadaan lembaga pendidikan berbasis nilai agama menjadi bagian penting dalam memperkuat karakter anak sejak dini. Dengan dasar pendidikan yang baik, anak-anak diharapkan tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak dan keimanan yang kuat.
“Yang kita harapkan, generasi ini bisa terus menjadi generasi yang Qurani dan Islami,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Edi juga menyatakan kesiapannya untuk terus menjalin komunikasi dengan pihak yayasan terkait hal-hal yang dapat dikolaborasikan. Menurutnya, pengembangan pendidikan membutuhkan sinergi yang kuat karena pemerintah maupun lembaga pendidikan sama-sama memiliki keterbatasan, baik dari sisi sumber daya manusia maupun pendanaan.
“Untuk proses pembangunan tentu ada keterbatasan, baik SDM maupun pendanaan. Oleh sebab itu komunikasi, kolaborasi, dan integrasi yang baik harus terus dijalin,” jelasnya.
Ia berharap jaringan, komunikasi, dan kolaborasi yang dimiliki yayasan dapat semakin memperkuat pengembangan pendidikan ke depan. Dengan kerja sama yang baik, lembaga pendidikan diharapkan semakin besar, bermutu, dan berkualitas.
Edi menambahkan, Pemkot Pontianak memiliki berbagai program yang bersentuhan dengan sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Di bidang pendidikan, pemerintah juga memiliki skema bantuan seperti hibah maupun beasiswa yang dapat diarahkan sesuai ketentuan dan kebutuhan masyarakat.
“Program-program pemerintah ada di sektor infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. Kita juga ada bantuan hibah, beasiswa, dan lain sebagainya. Kolaborasi ini ingin saya jalin supaya semakin bermanfaat,” katanya.
Selain pendidikan, Edi juga menyatakan akan memperhatikan persoalan lingkungan dan infrastruktur yang berkaitan dengan aktivitas masyarakat, seperti genangan dan akses jalan. Menurutnya, setiap masukan akan menjadi perhatian pemerintah untuk ditindaklanjuti sesuai kemampuan dan kewenangan.
Edi berharap kerja sama antara pemerintah, yayasan, sekolah, dan masyarakat dapat terus berjalan baik. Ia menekankan bahwa tujuan utama dari kolaborasi tersebut adalah menghadirkan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak Pontianak.
“Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar dan tujuan yang kita niatkan bersama bisa tercapai,” katanya.
Hasnan
