
Banjarnegara, jongjava.co — Memperingati 29 tahun berdirinya Scooter Banjarnegara Club (SBC), komunitas pecinta motor scooter berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banjarnegara menggelar rangkaian kegiatan bertema “Reksa Budaya”di Balai Budaya, Jalan Selomanik, Kelurahan Kutabanjarnegara, Sabtu (26/9/2026).
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang berkumpulnya para skuteris, tetapi juga dikemas untuk mengenalkan dan merawat kebudayaan lokal melalui berbagai kegiatan seni, lingkungan, sosial, hingga promosi potensi budaya Banjarnegara.
Ketua Panitia Anniversary ke-29 Scooter Banjarnegara Club, Megi Rizal Hermanto, mengatakan tema “Reksa Budaya” dipilih sebagai bentuk komitmen komunitas untuk ikut menjaga dan melestarikan kebudayaan Banjarnegara.
“Tema acara ini adalah Reksa Budaya. Reksa budaya itu sebagai bentuk nguri-uri kebudayaan Banjarnegara, karena kebudayaan merupakan salah satu unsur yang sudah sangat melekat dengan sejarah budaya Vespa atau komunitas Vespa yang ada,” kata Megi.
Menurutnya, semangat merawat juga menjadi bagian dari karakter komunitas scooter. Selain menjaga keberadaan kendaraan yang kini banyak dianggap sebagai barang antik, para anggota komunitas juga dikenal memiliki solidaritas dan kekompakan yang kuat.
“Reksa itu menjaga, merawat, dan melanjutkan apa yang sudah diperjuangkan dari sejarah. Jadi kami ingin menjaga dan merawat budaya. Itu yang menjadi alasan kami menamakan kegiatan ini Reksa Budaya,” ujarnya.
Megi menjelaskan, kegiatan tersebut sejak awal telah disosialisasikan melalui media sosial dan pamflet. Panitia menargetkan kehadiran sekitar 1.000 peserta, dengan undangan komunitas scooter dari wilayah Banyumas Raya dan Kedu Raya.
“Target undangan kami sekitar 48 club se-Banyumas Raya dan Kedu Raya. Tahun ini memang bukan event nasional karena menjadi rangkaian menuju anniversary ke-30 Scooter Banjarnegara Club,” jelasnya.
Meski demikian, antusiasme skuteris dari luar daerah cukup tinggi. Sejumlah peserta datang dari Wonosobo, Banyumas, Cilacap, Magelang dan wilayah Kedu. Bahkan, peserta dari Jawa Barat dan Jawa Timur juga turut hadir.
“Respon dari rekan-rekan luar kota ternyata sangat baik. Awalnya kami menargetkan sekitar 1.000 peserta,” katanya.
Megi menyebut komunitas Vespa di Kabupaten Banjarnegara sendiri cukup banyak. Diperkirakan terdapat sekitar 1.000 anggota yang tersebar di berbagai wilayah dan tergabung dalam sejumlah chapter berdasarkan domisili.
“Di Banjarnegara ada komunitas dari Mandiraja, Wanayasa, Batur, Karangkobar, Kalibening dan wilayah lainnya. Setiap chapter memiliki kelompok masing-masing. Kami sebagai Scooter Club mencoba merangkul semuanya,” ujarnya.
Ia menegaskan, SBC tidak ingin kegiatan komunitas hanya berpusat pada aktivitas riding atau touring. Karena itu, rangkaian anniversary tahun ini juga melibatkan berbagai unsur masyarakat dan mengangkat potensi lokal.
Salah satunya melalui lomba mewarnai tingkat taman kanak-kanak se-Kecamatan Banjar. Kegiatan yang mendapat dukungan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga, GPKI serta PGRI tersebut diikuti sekitar 650 peserta, melebihi target awal sebanyak 400 peserta.
Selain itu, peserta juga mengikuti riding Vespa keliling kota sebagai bagian dari upaya memperkenalkan kondisi dan potensi Banjarnegara. Rangkaian acara dilengkapi sajian tari tradisional, live music, serta sarasehan budaya sebagai salah satu agenda utama.
“Karena sesuai dengan tema Reksa Budaya, kami ingin menunjukkan melalui kegiatan yang memiliki nuansa budaya. Lomba mewarnai bertema budaya, riding juga membawa semangat budaya,” katanya.
Nuansa budaya juga ditampilkan melalui pakaian yang dikenakan panitia dan peserta. Mereka mengenakan batik, lurik maupun ikat. Panitia sekaligus mempromosikan batik Gumelem sebagai salah satu produk budaya khas Banjarnegara dengan melibatkan langsung para pelaku pembatik dari Gumelem.
Selain budaya, kegiatan anniversary juga diarahkan pada kepedulian terhadap lingkungan dan sosial. Panitia menggelar penanaman bibit tanaman sebagai bagian dari rangkaian kegiatan.
Megi berharap Scooter Banjarnegara Club dapat berkembang menjadi komunitas yang memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat.
“Kami berharap Scooter Club mempunyai dampak yang meluas. Tidak hanya fokus pada hobi, riding atau touring, tetapi bisa bermanfaat untuk berbagai sektor dan ikut membantu kemajuan Banjarnegara,” katanya.
Menurutnya, kegiatan sosial tetap menjadi bagian yang melekat dengan komunitas. Namun, SBC juga ingin memperluas kontribusinya melalui sektor budaya dan lingkungan.
“Harapan kami ada budaya, lingkungan dan sosial. Secara budaya, kami ingin menjaga eksistensi Scooter Banjarnegara Club dan komunitas Vespa di berbagai daerah untuk tetap menjaga apa yang sudah menjadi kecintaan bersama. Vespa sudah menjadi barang antik dan tidak akan keluar lagi, sehingga kami ingin menjaga warisan yang sudah menjadi bagian dari sejarah,” pungkasnya. (Bas)





Leave a Reply