Koperasi Jadi Pilar Ekonomi Rakyat, Disperindagkop UKM Banjarnegara Bekali Calon Pengurus dengan Pelatihan Keuangan

by
Photo: Suasana pelatihan pengetahuan tentang Koperasi dari Disperindagkop&UMKM di Gedung Plut Banjarnegara.(Dok.Kominfo Bna/JongJava.id)

Banjarnegara, JongJava.id– Upaya memperkuat koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara. Salah satunya melalui pelatihan penyusunan laporan keuangan bagi calon pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang digelar Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop UKM), Selasa (13/4/2026), di Gedung PLUT Banjarnegara.

Pelatihan ini diikuti sebanyak 135 peserta yang terbagi dalam tiga angkatan, masing-masing 45 orang dari berbagai wilayah di Kabupaten Banjarnegara. Kegiatan berlangsung selama lima hari, yakni pada 13, 14, 15, 20, dan 21 April 2026, dengan materi teori hingga praktik penyusunan laporan keuangan yang aplikatif.

Kepala Disperindagkop UKM Kabupaten Banjarnegara, Drs. Adi Cahyono Purwo Saputro, MM, menegaskan bahwa koperasi memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi rakyat, khususnya di tingkat desa. Oleh karena itu, pengelolaan yang profesional menjadi kunci utama keberhasilan koperasi.

Menurutnya, pengurus koperasi dituntut bekerja disiplin, transparan, dan akuntabel dalam mengelola keuangan agar mampu membangun kepercayaan anggota sekaligus memperkuat fondasi usaha bersama.

“Profesionalisme bukan sekadar kemampuan teknis, tetapi juga kejujuran dan tanggung jawab dalam setiap pengelolaan keuangan. Dari situlah koperasi bisa tumbuh sehat dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia juga mendorong para peserta untuk tidak ragu memulai langkah kecil dalam membangun koperasi. Semangat menanam kebaikan hari ini, kata dia, akan memberikan dampak besar bagi masa depan, baik bagi diri sendiri maupun generasi berikutnya.

Lebih lanjut, Adi Cahyono menilai peluang koperasi di desa sangat besar. Dengan basis anggota yang jelas dan kedekatan sosial yang kuat, koperasi memiliki pangsa pasar yang luas jika dikelola dengan baik.

“Kalau usaha modern saja bisa bertahan dengan persaingan ketat, koperasi yang berbasis kebutuhan masyarakat desa justru punya peluang lebih besar untuk berkembang,” jelasnya.

Sementara itu, narasumber pelatihan, Sri Wijayanti Natalia Ningrum, menekankan pentingnya pemahaman akuntansi dasar bagi pengurus koperasi, terutama bendahara. Menurutnya, kemampuan menyusun laporan keuangan menjadi benteng utama dalam menjaga transparansi dan mencegah penyimpangan.

“Akuntansi bukan hanya soal pencatatan, tetapi juga alat untuk membaca kondisi usaha dan menentukan langkah ke depan. Dengan laporan yang baik, koperasi bisa mengambil keputusan secara tepat,” ungkapnya.

Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif selama pelatihan. Anggit, salah satu peserta asal Desa Panggisari, mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru yang siap diterapkan di desanya.

“Pelatihan ini sangat membantu kami memahami cara membuat laporan keuangan yang benar. Ini bekal penting untuk mengelola koperasi secara lebih baik,” katanya.

Melalui pelatihan ini, Disperindagkop UKM berharap lahir pengurus koperasi yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga memiliki integritas dan semangat membangun ekonomi bersama.

Pada akhirnya, koperasi bukan sekadar lembaga usaha, melainkan wadah gotong royong ekonomi rakyat—tempat di mana kesejahteraan dibangun dari kebersamaan, dan manfaatnya kembali untuk masyarakat.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *