
BREBES, jongjava.co – Kepolisian Sektor (Polsek) Losari, Polres Brebes, mengevakuasi seorang pria yang menjadi korban kecelakaan setelah tertemper Kereta Api (KA) Kertajaya 254B di lintasan rel KM 185+6 jalur hulu petak jalan Tanjung–Losari, Desa Losari Kidul, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, Minggu (30/8/2026) malam.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 18.19 WIB. KA Kertajaya 254B dengan relasi Pasar Senen–Surabaya Gubeng, menggunakan lokomotif CC 206 13 07, melaporkan adanya orang tidak dikenal (OTK) yang tertemper di KM 185+6 jalur hulu petak jalan Tanjung–Losari.
Mendapat laporan tersebut, petugas Polsuska bersama petugas keamanan segera melakukan pengecekan ke lokasi. Petugas kemudian menemukan seorang laki-laki tergeletak di antara jalur hulu dan hilir, tepatnya di sekitar KM 185+9/8, dalam kondisi sudah meninggal dunia.
Saat pertama kali ditemukan, identitas korban belum diketahui. Korban diperkirakan berusia 20–30 tahun, berambut pendek hitam dan memiliki jenggot. Saat itu korban mengenakan celana pendek warna cokelat krem, kaos merah, serta sweater hitam.
Petugas kemudian mengevakuasi jenazah ke RSUD Brebes untuk menjalani pemeriksaan medis.
Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, korban mengalami sejumlah luka, antara lain bagian belakang kepala pecah, luka lecet pada pinggang kanan, kaki kiri dan paha kanan, serta luka sobek pada kedua tumit.
Identitas Korban Berhasil Diketahui
Tim Inafis Polres Brebes selanjutnya melakukan proses identifikasi menggunakan perangkat handheld. Dari hasil identifikasi tersebut, korban diketahui bernama Anzis Ismail, laki-laki berusia 22 tahun, kelahiran Brebes, 2 Oktober 2003.
Korban tercatat sebagai warga Desa Karangdempel, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, dan diketahui bekerja sebagai wiraswasta.
Kapolsek Losari AKP Sodikin, Senin (31/8/2026), membenarkan bahwa identitas korban telah berhasil diketahui dan jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga.
“Setelah identitas korban berhasil diketahui dan proses penanganan selesai, jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk selanjutnya dimakamkan,” ujar AKP Sodikin.
Kapolsek juga mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan ketika beraktivitas di sekitar perlintasan maupun jalur kereta api.
Masyarakat diminta tidak berjalan, bermain, duduk, maupun melakukan aktivitas lainnya di atas atau di sekitar jalur rel karena dapat membahayakan keselamatan.
Bagi warga yang hendak melintasi perlintasan kereta api, polisi mengingatkan agar selalu mematuhi rambu dan tanda keselamatan, memperhatikan kondisi sekitar, serta memastikan tidak ada kereta api yang akan melintas sebelum menyeberang.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan, tidak melakukan aktivitas di jalur rel, serta selalu waspada ketika berada di sekitar perlintasan kereta api. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” pungkasnya.
(Rusmono)

