BANTEN – Universitas Tangerang Raya (UNTARA) melalui Satuan Tugas (Satgas) Anti Narkoba menggelar audiensi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Banten sekaligus mendampingi Warek 1 dan 2 UNTARA, Kamis (4/9/2025). Pertemuan ini membahas kerja sama dalam mewujudkan program Kampus Bersinar (Bersih dari Narkoba).
Pertemuan berlangsung di ruang rapat kantor BNN Provinsi Banten dan dihadiri oleh Kepala BNN Provinsi Banten Brigjen Pol. Drs. Rohmad Nursahid, Warek I UNTARA Dr. I. Joko Dewanto, MM., Pd, Warek II UNTARA Dr. Nur Aziz, MM, serta Ketua Satgas Anti Narkoba UNTARA Aries Sundoro, SE., MM dan tim.
Memperkuat Legalitas Satgas Anti Narkoba UNTARA
Ketua Satgas Anti Narkoba UNTARA, Aries Sundoro, SE, MM menjelaskan bahwa audiensi ini menjadi langkah penting untuk memperkuat kerjasama sebelumnya yang sudah berjalan dengan BNK (Badan Narkotika Kabupaten Tangerang) dan BNN Kota Tangerang serta menjadi legal standing Satgas Anti Narkoba dalam mendukung kampus bebas narkoba.

“Hari ini kami audiensi dengan Kepala BNN Provinsi Banten sekaligus mendampingi Warek 1 dan 2 UNTARA bersilaturrahmi dengan Kepala BNN Prov Banten, guna membahas kerja sama dalam mewujudkan Kampus Bersinar”, ujar Aries.
Aries menambahkan bahwa Satgas Anti Narkoba UNTARA telah berdiri kurang lebih dua tahun dan aktif melakukan berbagai program kegiatan, di antaranya:
– Pelatihan dan Bimtek P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika) untuk seluruh anggota satgas dan mahasiswa UNTARA.
– Test urin bagi calon Ketua Presma dan BEM saat pemilihan.
– Sosialisasi bahaya narkoba ke sejumlah sekolah SMK dan SMP di wilayah Kabupaten Tangerang.
Dalam waktu dekat, UNTARA juga akan menggelar sosialisasi bahaya narkoba di lingkungan sekitar kampus sebagai bentuk tanggung jawab sosial kepada masyarakat.
BNN Banten Sambut Positif Kolaborasi
Kepala BNN Provinsi Banten, Brigjen Pol. Rohmad Nursahid, menyambut baik rencana kerja sama tersebut. Ia berharap penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bisa segera dilakukan agar program dapat dijalankan dengan optimal.
“Kami menyambut baik kehadiran jajaran pimpinan UNTARA dan Satgas Anti Narkoba. Semoga MoU dapat segera terealisasi agar agenda kegiatan bisa segera dilaksanakan,” ungkap Rohmad.
Program Kampus Bersinar: Strategi UNTARA dan BNN
Dalam audiensi ini, juga dipaparkan rencana program Kampus Bersinar yang menyasar mahasiswa semester 1 hingga 4. Program tersebut meliputi skrining awal, tes urin, sosialisasi, hingga layanan rehabilitasi, yang dibedakan berdasarkan tingkat risiko penyalahgunaan narkoba.
1. Resiko Rendah
– Sosialisasi rutin sesuai kebutuhan untuk pencegahan.
– Edukasi terkait bahaya narkoba sejak mahasiswa baru.
2. Risiko Sedang
– Sosialisasi pencegahan yang lebih intensif.
– Skrining ASSIST (Alkohol, Smoking, Substance Involvement Screening Test).
– Tes urin berkala sebanyak 2 kali.
– Konseling kelompok sesuai identifikasi masalah.
– Rujukan ke layanan rehabilitasi jika diperlukan.
– Pendampingan psikologis oleh Psikolog Klinis BNN.
3. Risiko Tinggi
– Skrining ASSIST lanjutan.
– Tes urin berkala sebanyak 3 kali.
– Psikoedukasi terkait bahaya narkoba sebanyak 2–4 kali.
– Layanan psikologis intensif.
– Rujukan ke program rehabilitasi BNN.
Harapan Kerja Sama
“Rencananya, MoU antara UNTARA dan BNN Provinsi Banten akan ditandatangani dalam waktu dekat. Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan tercipta lingkungan pendidikan yang bersih dari narkoba, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar
dan dunia pendidikan”,Pungkas Jenderal Bintang Satu yang murah senyum ini..(Humas)







