BREBES, — Pernyataan Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, yang menyebut pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berpotensi tidak bertahan hingga 2029 menuai reaksi dari jajaran Partai Gerindra Kabupaten Brebes.

Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Brebes, Wurja, menyayangkan pernyataan tersebut. Menurutnya, narasi yang beredar luas di media sosial itu berpotensi menimbulkan kegaduhan politik dan tidak sejalan dengan semangat menjaga stabilitas pemerintahan serta konstitusi.

“Kita sangat menyayangkan pernyataan atau opini Budi Arie yang viral di samping Pak Jokowi. Hal ini menimbulkan kegaduhan politik, karena secara konstitusional masa jabatan presiden ditetapkan selama lima tahun. Ketentuan itu sudah final,” tegas Wurja kepada awak media, Rabu (26/8/2026).

Pernyataan Budi Arie tersebut diketahui menjadi perbincangan setelah rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan dirinya menyampaikan pandangan mengenai kemungkinan pemerintahan Prabowo tidak berjalan hingga 2029.

Dalam video tersebut, Budi Arie juga menyinggung pengalaman sejarah 1998 serta istilah “percepatan sejarah”. Pernyataan itu kemudian memunculkan beragam tanggapan di tengah publik, termasuk dari kalangan pendukung pemerintahan Prabowo-Gibran.

Gerindra: Pemerintahan Harus Fokus Bekerja

Wurja menegaskan, masa jabatan presiden telah memiliki landasan konstitusional. Karena itu, menurutnya, munculnya narasi mengenai kemungkinan pemerintahan berakhir sebelum masa jabatan berakhir justru dapat menimbulkan ketidakpastian politik.

“Kalau memang Pak Budi Arie berniat membangun narasi seolah pemerintahan Prabowo tidak bertahan hingga 2029, kami tolak keras dan kami lawan,” tegasnya.

Menurut Wurja, Gerindra sebagai salah satu partai pendukung pemerintahan Prabowo-Gibran akan tetap fokus pada agenda pembangunan dan kepentingan masyarakat.

Ia menilai seluruh elemen pendukung pemerintah seharusnya ikut menjaga suasana politik tetap kondusif dan tidak memperbesar spekulasi yang belum memiliki dasar yang jelas.

“Fokus pemerintahan Prabowo adalah bekerja untuk masyarakat, bukan memikirkan pemilu dini. Seharusnya semua elemen pendukung membantu menciptakan stabilitas, bukan sibuk dengan spekulasi politik yang belum didukung data dan indikator yang jelas,” ujarnya.

Soroti Komitmen Mengawal Pemerintahan hingga 2029

Wurja juga menyoroti sikap Projo yang selama ini dikenal sebagai organisasi relawan pendukung pemerintahan dan sebelumnya menyatakan komitmen untuk mengawal pemerintahan Prabowo-Gibran hingga 2029.

Karena itu, ia menilai pernyataan yang justru membuka kemungkinan pemerintahan tidak bertahan sampai akhir masa jabatan berpotensi menimbulkan persepsi berbeda di tengah masyarakat.

Wurja mengatakan, pemerintah saat ini tengah menjalankan berbagai agenda strategis, mulai dari penguatan ekonomi nasional, peningkatan ketahanan pangan hingga menjaga stabilitas nasional.

“Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sedang menjalankan langkah besar dalam menata ekonomi nasional, mengejar swasembada pangan, dan menjaga stabilitas nasional,” katanya.

Menurutnya, dinamika politik merupakan sesuatu yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Namun, dinamika tersebut tidak seharusnya menggeser perhatian dari berbagai program yang berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat.

Gerindra Soroti Kondisi Petani

Wurja juga mengajak masyarakat untuk lebih memperhatikan persoalan konkret yang dihadapi masyarakat, khususnya sektor pertanian.

Ia menyebut harga pupuk yang terjangkau serta kondisi harga gabah dan jagung sebagai sejumlah persoalan yang menurutnya perlu terus mendapat perhatian.

“Yang paling penting saat ini dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya petani: harga pupuk yang terjangkau, harga gabah dan jagung yang relatif stabil, bahkan petani jagung kini merasakan keuntungan yang cukup baik. Inilah hal-hal nyata yang perlu didukung dan diperjuangkan,” ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat Kabupaten Brebes maupun masyarakat Indonesia secara luas agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi politik yang belum jelas konteks dan sumbernya.

Masyarakat juga diminta tidak ikut menyebarluaskan narasi yang berpotensi menimbulkan perpecahan.

DPC Partai Gerindra Kabupaten Brebes, kata Wurja, akan tetap menjalankan perannya dalam mengawal pemerintahan sekaligus memastikan program-program yang menyentuh kepentingan rakyat dapat terus berjalan dan dirasakan hingga tingkat akar rumput.