BANJARNEGARA – Sebuah rumah warga di kawasan padat penduduk RT 03 RW 05, Kelurahan Kutabanjarnegara, Kabupaten Banjarnegara, ludes terbakar pada Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 08.00 WIB.

Kobaran api sempat membuat panik warga. Pasalnya, rumah yang terbakar berada di tengah permukiman padat sehingga api dikhawatirkan merembet ke bangunan lain di sekitarnya.

Rumah tersebut diketahui milik Syiam atau Suwito (88). Beruntung, saat kebakaran terjadi, pemilik rumah sedang berada di luar sehingga tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Berdasarkan informasi sementara yang dihimpun di lokasi, api diduga berasal dari percikan tungku tradisional yang berada di dekat tumpukan kayu dan sejumlah material mudah terbakar di dalam rumah.

Warga Kesulitan Padamkan Api

Warga sekitar langsung berupaya memadamkan kobaran api secara mandiri. Namun, upaya tersebut menghadapi kendala karena akses menuju lokasi berada di tengah permukiman padat dan pasokan air terbatas.

Sejumlah warga bahkan harus menggunakan air seadanya dari rumah-rumah sekitar untuk mencegah api semakin meluas.

“Saat itu kebetulan aliran PDAM sudah mati dalam beberapa hari terakhir. Selain itu, banyak sumur warga yang kering sehingga semakin menyulitkan warga untuk memadamkan api,” ujar Rez, salah seorang warga di lokasi.

Di tengah keterbatasan tersebut, warga terus berjibaku memadamkan api. Namun, kobaran api dengan cepat membesar dan menjalar ke bagian atap hingga menghanguskan sebagian besar bangunan.

Api juga sempat mengancam rumah-rumah warga yang berada di sekitar lokasi.

Dua Armada Damkar Dikerahkan

Situasi mulai terkendali setelah dua unit armada pemadam kebakaran tiba di lokasi.

Petugas pemadam bersama warga langsung melakukan penyisiran dan pendinginan di sejumlah titik yang masih terdapat kobaran api. Petugas juga berupaya mencegah api menjalar ke bangunan di sekitarnya.

Berkat kesigapan petugas gabungan dan warga, kobaran api yang sempat mengarah ke bangunan tetangga berhasil dicegah.

Sekitar pukul 09.00 WIB, atau satu jam setelah kejadian, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya.

Sementara itu, Masrifan (38), salah seorang anggota keluarga pemilik rumah, membenarkan bahwa rumah tersebut dalam kondisi kosong ketika kebakaran terjadi.

“Penyebab kebakaran diduga berasal dari tungku yang masih menyala. Namun, untuk kepastiannya saat ini masih dalam penyelidikan pihak berwenang,” ujar Masrifan kepada awak media.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Hingga berita ini ditayangkan, pihak terkait masih melakukan pendataan untuk mengetahui total kerugian materiil akibat kebakaran.

Warga bersama pihak kelurahan juga bergotong royong membersihkan puing-puing bangunan yang hangus terbakar.

(ahr13)