Banjarnegara, JongJava.co – Revitalisasi SD Negeri 1 Suwidak, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, kini mencapai sekitar 85 persen. Kondisi tersebut menjadi perhatian Komisi IV DPRD Banjarnegara yang melakukan kunjungan ke sekolah tersebut, Jumat (2/10/2026).

Kunjungan dilakukan untuk melihat perkembangan sarana pendidikan sekaligus mendorong agar fasilitas sekolah yang telah direvitalisasi nantinya dapat dimanfaatkan secara optimal.

Rombongan dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Banjarnegara Dedi Suromli dari Fraksi PKS, bersama Sugijen dari Fraksi Golkar, Ismawan Handoko dari Fraksi PDI Perjuangan, Ana Susanto dari Fraksi Demokrat, Lilis Ujianti dari Fraksi PPP, dan Sodikin DM dari Fraksi PAN. Mereka didampingi perwakilan Dindikpora, di antaranya Agus Riyanto dari Korwilcam Wanayasa dan Bagyo dari Korwilcam Karangkobar.

Usai melihat kondisi sekolah, Dedi mengapresiasi progres revitalisasi yang telah berjalan.

“Saya melihat dana revitalisasi berjalan cukup optimal, bagus. Karena saya melihat kontur bangunan dan kondisi tanah yang bergerak. Walaupun belum selesai dengan anggaran yang cukup lumayan, ini menjadi salah satu sekolah yang menampung siswa-siswa di lingkungan sekitar sini,” ujar Dedi.

Menurutnya, pengawasan teknis pembangunan bukan menjadi ranah utama Komisi IV. Pihaknya lebih menitikberatkan perhatian pada peningkatan sumber daya manusia di lingkungan sekolah.

“Kalau untuk pengawasan pembangunan, kami di Komisi IV bukan ranah ke sana. Kami sebenarnya terkait dengan SDM-nya, guru-gurunya, kepala sekolahnya, serta peran serta masyarakat,” katanya.

Dedi berharap setelah pembangunan fisik selesai, peningkatan kualitas guru dan kepala sekolah juga menjadi perhatian.

“Kalau infrastruktur sudah optimal, berikutnya pembangunan software-nya atau SDM-nya. Guru-guru harus ditingkatkan, etos kerja dan dedikasinya. Jangan sampai infrastrukturnya sudah bagus, tetapi guru-gurunya mandek dan tidak punya kreativitas,” ujarnya.

Ia juga mendorong halaman dan fasilitas sekolah dimanfaatkan sebagai media pembelajaran serta mendukung peningkatan prestasi siswa.

Sementara itu, Kepala SDN 1 Suwidak, Joko, menjelaskan bahwa sekolah tersebut telah beberapa kali mendapatkan pembangunan sejak 2003. Pada 2004 sekolah mendapat tambahan dua ruang kelas, sedangkan pada 2025 kembali mendapatkan empat ruang kelas yang saat itu masih dalam tahap awal pengerjaan.

“Namun alhamdulillah dengan berjalannya revitalisasi ini bisa seperti sekarang,” katanya.

Dalam kunjungan tersebut, Joko juga menjelaskan pengadaan barang melalui Sistem Informasi Pengadaan di Sekolah (SIPLah). Ia menyebut sejumlah toko material telah memiliki kerja sama dengan pihak sekolah.

“Saya sudah mengecek dan ternyata sudah ada MOU dengan toko-toko material. Maka SIPLah-nya saya tunjuk yang dari Bantar itu,” jelasnya.

Ia menyebut rekanan tidak hanya berasal dari Bantar, tetapi juga terdapat toko dari Batur dan Wanayasa.

Terkait mekanisme penunjukan toko SIPLah, dasar pemilihan rekanan, bentuk kerja sama, serta nilai pengadaan, hingga berita ini ditulis belum dijelaskan secara rinci. Penjelasan lebih lanjut diperlukan agar proses pengadaan dalam revitalisasi SDN 1 Suwidak dapat diketahui secara transparan dan sesuai ketentuan. (Red)